Mengutip CME FedWatch, probabilitas suku bunga acuan Negeri Adidaya bertahan di 3,5-3,75% dalam rapat 29 Juli mencapai 82,4%. Lebih tinggi ketimbang minggu lalu yang sebesar 67,9%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
“Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan membuat isu penurunan suku bunga oleh The Fed kembali mengemuka, yang kemudian membuat harga emas naik. Ke depan, arah harga emas akan tergantung oleh data yang sedianya mendukung penurunan suku bunga,” tutur Ewa Manthey, Commodities Strategist di ING Bank NV, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (3/7/2026)? Apakah bisa naik tiga hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 43. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 97. Jauh di atas 80, yang berarti sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Kenaikan yang sudah lumayan tajam dalam dua hari terakhir melahirkan kemungkinan koreksi teknikal.
Target support terdekat ada di US$ 4.067/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 10. Dari sini, ada risiko harga emas menguji level US$ 4.050-4.037/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 3.802/troy ons.
Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.153/troy ons bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga ke rentang US$ 4.192-4/troy ons dan target paling optimistis di US$ 4.269/troy ons.
(aji)





























