Harga Minyak Stabil di Tengah Gejolak Lebanon & Selat Hormuz
News
17 August 2026 08:00

Yongchang Chin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak bergerak stabil setelah pertempuran terbaru di Lebanon dan serangkaian serangan terhadap kapal di Selat Hormuz memperkeruh prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Minyak mentah Brent bergerak tipis di bawah US$89 per barel setelah naik 6% pada pekan lalu, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$83 per barel. Lebanon mengalami hari paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir pada Minggu (16/8), ketika Israel menyerang kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Sementara itu, negosiasi yang lebih luas antara Iran dan AS tampak menemui jalan buntu.
Lebih banyak kapal kembali menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada akhir pekan lalu, termasuk kapal yang terafiliasi dengan Abu Dhabi National Oil Co. Meski demikian, produsen minyak Timur Tengah terus mengirimkan minyak mentah dalam volume besar dari Teluk Persia. Arus pengiriman diperkirakan lebih tinggi dibandingkan estimasi pasar sebesar 4 juta barel per hari, menurut sejumlah sumber yang mengetahui pengiriman tersebut.
Harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 40% sepanjang tahun ini, sementara perang AS terhadap Iran kini memasuki bulan keenam. Donald Trump memberi sinyal bahwa pemerintahannya berencana menghantam perekonomian Iran dengan keras dan tidak peduli apakah konflik berakhir sebelum pemilu sela AS pada November. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pembatasan baru terhadap Iran dapat diumumkan pekan ini.































