Nilai Ekspor Mei 2026 Merosot 5,73% (yoy), Dipicu Logam Mulia
Mis Fransiska Dewi
01 July 2026 11:41

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja nilai ekspor Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar US$23,2 miliar atau turun 5,73% dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Data ini lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus yang dihimpun Bloomberg terhadap 21 ekonom dan analis. Mereka memperkirakan pertumbuhan ekspor Indonesia melambat menjadi hanya 3,75% secara tahunan, lebih rendah dari 21,98% pada April.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan kontribusi dari ekspor migas tercatat senilai US$760 juta atau turun 31,76%. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas juga tercatat merosot sebesar 4,5% dengan nilai US$22,45 miliar, dari semula selalu mengalami pertumbuhan nilai ekspor.
“Penurunan nilai ekspor Mei 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas, yaitu pada beberapa komoditas. Ini terutama logam mulia, perhiasan, dan permata turun 59,35% dengan andil -2,93% terhadap kenaikan total ekspor,” kata Ateng dalam konferensi pers BPS, Rabu (1/7/2026).
Selain itu, nilai ekspor biji logam terak dan abu juga turun 99,25% dengan andil -2,37%. Kemudian, besi dan baja turun 14,68% dengan andil -1,67%.





























