Logo Bloomberg Technoz

Dia menegaskan harga Pertamax sebesar Rp16.250/liter sangat dekat dengan harga keekonomiannya, hanya lebih rendah 1,2% dari harga keekonomian sekitar Rp16.44/liter.

Ruang Penurunan

Kendati begitu, lanjut Josua, jika pemerintah dan PT Pertamina (Persero) lebih mempertimbangkan harga minyak terbaru di kisaran US$70-an per barel, maka terdapat ruang penurunan harga Pertamax.

Dia mencatat harga minyak mentah Brent telah turun ke kisaran US$72—US$75 per barel, dari sekitar US$87,9/barel. Dengan begitu, terdapat ruang yang cukup besar untuk menekan harga Pertamax.

Akan tetapi, ruang penurunan harga Pertamax bisa terganjal oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih di kisaran Rp18.000/US$.

Josua memprediksi harga keekonomian Pertamax bakal mencapai Rp14.800—Rp15.300 per liter, jika pemerintah dalam menetapkan harga Pertamax telah mempertimbangkan penurunan harga minyak mentah dunia.

“Dalam skenario seperti ini, harga keekonomian RON 92 bulan depan saya perkirakan berada di kisaran Rp14.800—Rp15.300 per liter. Namun angka ini masih sangat bergantung pada harga produk olahan, bukan hanya minyak mentah, serta formula resmi badan usaha,” tegas Josua.

Sekadar informasi, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Pada 10 Juni 2026, Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liternya di DKI Jakarta. Angka tersebut naik Rp3.950 per liternya apabila dibandingkan dengan harga awal sebesar Rp12.300 per liter.

Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026 belum sepenuhnya mengikuti harga pasar, sebab penyesuaian yang dilakukan baru sekitar 50% dari selisih harga keekonomian.

Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun mengungkapkan penetapan harga Pertamax tersebut sudah mengacu mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga Asean tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian," terangnya melalui pernyataan perusahaan, Kamis (18/6/2026).

Dia juga menekankan Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang harga jualnya mengikuti perkembangan pasar minyak global, sesuai formula yang berlaku.

Roberth mengungkapkan ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan imbas perang yang sempat terjadi di Timur Tengah, pemerintah menahan harga BBM nonsubsisid jenis Pertamax.

Dengan begitu, kenaikan harga Pertamax yang dilakukan pada Juni dilakukan mempertimbangkan fluktuasi harga pasar internasional, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di dalam negeri.

Lebih lanjut, Roberth menjelaskan evaluasi harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap bulan, mengikuti perkembangan parameter keekonomian.

“Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Terpisah, Roberth sempat mengonfirmasi negara bakal memberikan kompensasi energi atas selisih nilai keekonomian Pertamax dengan harga jualnya, usai perseroan menahan harga bensin RON 92 nonsubsidi tersebut sejak 1 April 2026.

Roberth mengungkapkan harga keekonomian Pertamax sudah menembus sekitar Rp17.000-an/liter. Namun, atas hasil diskusi dengan pemerintah, perseroan memutuskan menahan harga Pertamax di level Rp12.300/liter sejak April.

Roberth mengungkapkan perseroan bakal menanggung selisih harga jual dan keekonomian Pertamax terlebih dahulu.

Setelah itu, pemerintah bakal membayarkan kompensasi energi dengan besaran yang bakal didiskusikan dan dibayarkan sesuai aturan yang berlaku.

“Ya, kurang lebih begitu kalau range hargannya [Pertamax di sekitar Rp17.000-an/liter],” kata Roberth ketika dihubungi, Selasa (12/5/2026).

(azr/wdh)

No more pages