Logo Bloomberg Technoz

Kecelakaan helikopter ini juga terjadi di tengah akhir pekan yang diwarnai peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah. AS dan Iran kedapatan saling meluncurkan serangan balasan ke infrastruktur militer masing-masing, yang berisiko merenggangkan upaya perdamaian kedua negara. Aksi saling balas tersebut dimulai sejak hari Kamis melalui serangan terhadap sebuah kapal di Selat Hormuz, yang kemudian memicu Washington untuk menggempur Iran keesokan harinya. AS kembali melancarkan serangan udara pada Sabtu malam menyusul insiden penyerangan terhadap kapal pengangkut minyak Qatar. Sebagai respons, Iran menargetkan aset-aset militer AS di Kuwait dan Bahrain pada hari Minggu.

Sebelumnya pada hari Jumat, dua kapal supertanker pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar (Very Large Crude Carrier/VLCC) terpantau mulai melakukan pengisian muatan di fasilitas lepas pantai pelabuhan Ras Tanura. Ini merupakan aktivitas tanker pertama di terminal tersebut sejak awal Maret, atau sesaat setelah perang pecah. Kedatangan kapal-kapal tanker raksasa ini awalnya dinilai sebagai sinyal kuat bahwa industri minyak Arab Saudi mulai bergerak menuju pemulihan normal.

Pasar energi global kini tengah mencermati dengan ketat setiap aktivitas pengiriman logistik untuk melihat apakah pemulihan volume ekspor minyak melalui Selat Hormuz dapat bertahan lama. Ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk tercatat sempat merangkak naik hingga setidaknya tiga perempat dari level sebelum perang dalam sepekan sejak kesepakatan damai sementara disepakati. Sentimen positif tersebut bahkan sempat menghapus seluruh tren kenaikan harga minyak di masa perang, di mana minyak mentah Brent ditutup sedikit di bawah US$72 per barel pada perdagangan hari Jumat.

Kawasan di sekitar Ras Tanura sendiri memang telah menjadi target serangan sejak awal masa perang. Pada bulan Maret lalu, Aramco sempat menghentikan sementara operasional kilang minyaknya sebagai langkah antisipasi menyusul adanya serangan pesawat nirawak (drone) di area tersebut. Kemudian pada awal April, wilayah ini kembali menghadapi rentetan serangan yang memangkas total produksi minyak mentah nasional, serta memaksa perusahaan menghentikan aktivitas kilang Satorp di pesisir timur yang dikelola bersama TotalEnergies SE.

(bbn)

No more pages