Namun, total penawaran yang masuk turun 33,94% menjadi Rp31 triliun dari lelang Rabu (24/6/2026) yang sebesarRp46,92 triliun. Nilai penyerapan juga ikut turun menjadi Rp15 triliun dari lelang sebelumnya Rp18 triliun.
Meski begitu, biaya operasi moneter relatif mahal. Meski yield rata-rata tertimbang pemenang tenor 6 bulan turun menjadi 7,35%, tenor 9 bulan turun menjadi 7,54%, sedangkan tenor 12 bulan relatif stabil di kisaran 7,7%, yield ini masih lebih tinggi daripada yang ditawarkan di pasar Surat Utang Negara (SUN).
Kedua, pasar surat utang juga sedikit bergairah pada perdagangan hari terakhir pekan ini. Yield tercatat turun pada hampir semua tenor.
Yield tenor 10 tahun turun 1,1 bps ke 7,17%, tenor pendek 1 tahun juga turun 4,8 bps ke 7,16 tahun. Sementara tenor 4 tahun turun 12,8 bps ke 7,15%, dan tenor 5 tahun turun 6,9 bps menjadi 7,14%.
Melansir data Bloomberg, investor masih mencatat arus modal masuk ke pasar obligasi senilai US$190,8 juta secara mingguan, per 24 Juni.
(dsp/aji)




























