Banyak wilayah masih mengalami gangguan pasokan listrik, air, dan gas di tengah gempa susulan yang terus terjadi. Meski demikian, fasilitas minyak Venezuela dilaporkan masih beroperasi normal, walaupun salah satu terminal pemuatan di dekat pusat gempa mengalami kerusakan.
Hingga Kamis sore, pesawat yang membawa bantuan dari Amerika Serikat, Spanyol, Meksiko, Qatar, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah diberangkatkan menuju Venezuela. Tim penyelamat juga dijadwalkan tiba dari sejumlah negara, termasuk Kolombia, Panama, Republik Dominika, dan El Salvador. Rodríguez mengatakan China, Brasil, serta sejumlah negara Karibia juga telah menjanjikan bantuan.
Pemerintah akan membentuk dana rekonstruksi awal senilai 200 juta dolar AS menggunakan sumber daya dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membiayai perbaikan infrastruktur, rumah sakit, dan perumahan, kata Rodríguez melalui televisi pemerintah. Pemerintah juga tengah membahas pembentukan dana tambahan bagi para korban, sementara bank-bank pemerintah maupun swasta akan menyediakan fasilitas kredit khusus bagi masyarakat yang kehilangan usaha atau pekerjaan.
Dana tersebut "akan memungkinkan kami membangun kembali infrastruktur, rumah sakit, dan membangun rumah bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal," ujar Rodríguez dalam laporan pada Kamis pagi. Ia menambahkan pemerintah akan menyewa alat berat milik sektor swasta guna mendukung operasi penyelamatan.
Banyak warga Caracas menghabiskan malam di luar rumah di kawasan Los Palos Grandes dan Altamira karena gempa susulan terus mengguncang ibu kota. Sebagian lainnya tetap berada di dalam apartemen dengan pakaian lengkap, membiarkan pintu terbuka dan menyiapkan tas jika sewaktu-waktu harus mengungsi. Warga juga melaporkan bahwa mereka kembali dapat mengakses platform media sosial X setelah layanan tersebut diblokir pada 2024.
Wali Kota Caracas Carmen Meléndez, yang berbicara melalui televisi pemerintah dari kawasan San Bernardino—salah satu wilayah yang paling terdampak—mengatakan petugas bekerja sepanjang malam setelah tiga bangunan runtuh. Beberapa orang berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup, tetapi sedikitnya 25 orang tewas di ibu kota, katanya.
Bencana ini diperkirakan akan semakin membebani perekonomian Venezuela yang sangat bergantung pada sektor minyak, yang saat ini sudah menghadapi salah satu tingkat inflasi tertinggi di dunia serta pemadaman listrik yang berulang.
Situasi tersebut juga menjadi tantangan baru bagi Rodríguez, yang mengambil alih kepemimpinan pemerintahan yang sangat tidak populer setelah AS menangkap Nicolás Maduro pada awal tahun ini. Oposisi Venezuela telah membuat situs web untuk melacak warga yang hilang sebagai pelengkap upaya pemerintah, sekaligus menyerukan pembebasan tahanan yang masih ditahan demi keselamatan mereka.
Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya "siap, bersedia, dan mampu" memberikan bantuan. "Saya telah menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah kami untuk bersiap bergerak secepat mungkin," tulisnya di media sosial pada Rabu malam.
Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Kamis menerbitkan lisensi yang mengizinkan seluruh transaksi terkait upaya penanganan gempa bumi di Venezuela yang sebelumnya dilarang berdasarkan rezim sanksi.
Obligasi pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela SA (PDVSA) melemah di seluruh tenor, di tengah kekhawatiran mengenai kapasitas respons darurat pemerintah serta dampak ekonomi akibat bencana tersebut. Obligasi pemerintah yang jatuh tempo pada 2031 turun 1,3 sen AS menjadi di bawah 54 sen AS per dolar pada perdagangan Kamis sore, berdasarkan data indikatif yang dihimpun Bloomberg.
Chevron Corp, produsen minyak swasta terbesar di Venezuela, menyatakan operasional perusahaannya tetap berjalan normal dan seluruh karyawannya dalam keadaan selamat.
Sebagian besar pelabuhan masih beroperasi, meskipun beberapa aktivitas pemuatan minyak di Terminal El Palito, Negara Bagian Carabobo, sempat dihentikan sementara, berdasarkan laporan pelayaran yang diperoleh Bloomberg.
(bbn)


























