Logo Bloomberg Technoz

Berikut penjelasannya.

Aplikasi WhatsApp. dok: Bloomberg

5 Cara Mengetahui WhatsApp Disadap atau Tidak

1. Cek Perangkat Tertaut

Langkah pertama yang paling wajib dilakukan adalah memeriksa fitur Perangkat Tertaut atau Linked Devices.

Jika akun WhatsApp disadap, besar kemungkinan pelaku mengakses akun melalui fitur ini.

Perangkat tertaut sendiri adalah perangkat lain yang juga tersambung dengan akun WhatsApp Anda. WhatsApp membatasi maksimal empat perangkat tambahan di luar ponsel utama.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka aplikasi WhatsApp di ponsel

  • Ketuk ikon tiga titik di pojok kanan atas

  • Pilih menu Perangkat Tertaut atau Linked Devices

  • Lihat daftar perangkat yang terhubung

  • Pilih perangkat yang tidak dikenal jika ada

  • Ketuk tiga titik di pojok kanan atas

  • Pilih Hapus Perangkat atau Remove Device

Cara ini menjadi langkah paling cepat untuk memutus akses pihak asing.

2. Buka WhatsApp Web

Cara kedua adalah memeriksa aktivitas melalui WhatsApp Web.

Metode ini bisa membantu mengetahui apakah akun sedang aktif di perangkat lain.

Langkah-langkahnya:

  • Buka browser di komputer atau laptop

  • Kunjungi situs WhatsApp Web

  • Periksa tampilan awal

Jika yang muncul adalah layar kode QR, artinya tidak ada akun aktif di perangkat tersebut.

Namun jika browser langsung masuk ke akun WhatsApp tanpa scan QR, itu bisa menjadi tanda akun sedang digunakan.

Meski begitu, hal ini tidak selalu berarti akun disadap.

Sebab bisa saja akun memang sebelumnya pernah login sendiri di perangkat itu.

Tanda Aktivitas Mencurigakan yang Perlu Diwaspadai

3. Periksa Kontak WhatsApp

Banyak orang tidak menyadari bahwa penyadap kadang melakukan perubahan kecil di akun.

Salah satunya dengan menyimpan nomor baru atau menghapus kontak penting.

Karena itu, mengecek daftar kontak secara berkala bisa menjadi langkah sederhana tetapi efektif.

Jika ada kontak asing yang tidak pernah disimpan sebelumnya, ada baiknya segera dicurigai.

4. Cek Aktivitas Akun Anda

Aktivitas akun bisa menjadi indikator kuat.

Jika WhatsApp terasa berbeda dari biasanya, ada kemungkinan akun sedang diakses pihak lain.

Beberapa hal yang perlu diperiksa:

  • Apakah WhatsApp sering logout otomatis?

  • Apakah ada pesan terkirim yang bukan Anda tulis?

  • Apakah status online muncul saat Anda tidak membuka aplikasi?

  • Apakah status terakhir terlihat berubah tanpa Anda sadari?

Menurut sumber aslinya, "Jika akun Anda terasa lambat, sering keluar sendiri, atau ada pesan yang terkirim tanpa sepengetahuan Anda, itu bisa jadi tanda bahwa WhatsApp sedang diakses dari tempat lain."

Meski demikian, kondisi ini belum bisa menjadi bukti mutlak karena bisa saja terjadi error pada aplikasi.

Untuk memastikannya, pengguna bisa membandingkan dengan aktivitas akun milik orang lain.

5. Cek Informasi Akun Anda

Penyadap juga bisa mengubah informasi penting akun.

Misalnya email pemulihan, pengaturan privasi, hingga nomor telepon.

Langkah-langkah pengecekan:

  • Buka WhatsApp

  • Masuk ke menu Pengaturan

  • Pilih Akun

  • Periksa apakah ada perubahan pada email atau nomor telepon

Jika ada perubahan yang tidak dilakukan sendiri, itu menjadi alarm penting bahwa akun kemungkinan sudah diambil alih.

Cara Mencegah WhatsApp Disadap

Selain mengetahui tanda-tandanya, pengguna juga perlu melakukan pencegahan.

Berikut enam cara yang direkomendasikan.

Ilustrasi Enkripsi End-to-End di WhatsApp (Diolah)

1. Gunakan Two-Step Verification

Fitur ini menambahkan keamanan ekstra berupa PIN enam digit.

Fitur ini dianggap sangat penting untuk menghindari pembajakan akun.

Bahkan jika pelaku mengetahui kode OTP, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa PIN.

Cara mengaktifkannya:

  • Buka WhatsApp

  • Masuk ke Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah

  • Ketuk Aktifkan

  • Masukkan PIN 6 digit yang mudah diingat tetapi sulit ditebak

2. Jangan Pernah Berikan Kode OTP ke Siapa Pun

OTP adalah akses utama masuk ke akun WhatsApp.

WhatsApp tidak pernah meminta OTP lewat chat.

Karena itu, jangan pernah memberikan kode OTP ke siapa pun.

Hal yang harus dilakukan:

  • Abaikan pesan yang meminta OTP

  • Jangan screenshot kode OTP lalu membagikannya

  • Aktifkan notifikasi SMS agar tahu jika ada percobaan login

Satu kesalahan kecil bisa membuat akun hilang.

3. Rutin Cek Perangkat Tertaut

Pemeriksaan rutin sangat penting.

Biasakan melihat perangkat apa saja yang sedang login.

Jika ada perangkat asing, segera logout.

Bahkan lebih baik jika pengguna rutin keluar dari semua perangkat tambahan dan hanya login saat dibutuhkan.

Langkah kecil ini bisa mengurangi risiko besar.

4. Gunakan WhatsApp Resmi, Bukan Mod

Aplikasi mod seperti GB WhatsApp memang punya fitur tambahan.

Namun risikonya juga tinggi.

Data bisa bocor, keamanan lemah, bahkan akun bisa diblokir permanen oleh WhatsApp.

Menggunakan aplikasi resmi tetap menjadi pilihan paling aman.

5. Lindungi Data dengan Kunci Sidik Jari

Ancaman tidak hanya datang dari internet.

Orang di sekitar juga bisa menjadi pelaku penyadapan.

Karena itu, aktifkan kunci sidik jari.

Cara mengaktifkannya:

  • Masuk ke Pengaturan > Privasi

  • Pilih Kunci App

  • Aktifkan fitur

  • Atur biometrik sidik jari

Dengan fitur ini, akses ke WhatsApp menjadi lebih terbatas.

6. Gunakan WhatsApp API Resmi untuk Akun Bisnis

Bagi pengguna bisnis, menggunakan WhatsApp API resmi jauh lebih aman.

Selain profesional, sistem keamanannya lebih ketat dan diawasi langsung oleh WhatsApp.

Fitur ini juga mendukung banyak kebutuhan bisnis.

Mulai dari komunikasi pelanggan hingga analisis penjualan.

Penggunaan API resmi juga membantu mencegah kebocoran data pelanggan.

Keamanan jangka panjang bisnis pun menjadi lebih terjamin.

Penyadapan WhatsApp bukan ancaman yang bisa dianggap sepele. Dengan semakin banyaknya modus kejahatan digital, pengguna perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda mencurigakan.

Mulai dari perangkat tertaut yang tidak dikenal, aktivitas akun yang aneh, hingga perubahan informasi akun harus segera diperiksa.

Mencegah tentu lebih baik daripada mengatasi.

Dengan menerapkan verifikasi dua langkah, menjaga OTP, menggunakan aplikasi resmi, hingga mengaktifkan kunci sidik jari, risiko penyadapan bisa ditekan secara signifikan.

Memahami cara mengetahui WhatsApp disadap menjadi langkah awal penting agar privasi tetap aman dan komunikasi tetap terlindungi.

(seo)

No more pages