Logo Bloomberg Technoz

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas menyebut penguatan didorong oleh penurunan harga minyak Brent mendekati US$70/barel yang meredakan kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN dan inflasi, serta didukung rencana tambahan efisiensi anggaran Program MBG sebesar Rp50 triliun dan penguatan rupiah ke Rp17.925/US$.

Pasar hari ini akan mencermati dampak rilis inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) inti yang naik 0,3% month–to–month dan 3,4% year–on–year, tertinggi sejak Oktober 2023. 

Data tersebut memperkuat ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher–for–longer), sehingga berpotensi membatasi penguatan rupiah dan meningkatkan volatilitas pasar.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan support 5.860 dan resistance 6.130,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas. Penembusan di atas 6.130 berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan, sedangkan pelemahan di bawah 5.860 dapat memicu tekanan jual kembali.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah JSMR, HMSP, dan GULA.

Menurut riset Phintraco Sekuritas, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di bank BUMN mulai dikembalikan kepada pemerintah secara bertahap. Sebelumnya, Menteri Keuangan menempatkan dana SAL sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke perbankan sejak September tahun lalu. 

Penarikan ini mengindikasikan pemerintah membutuhkan dana lebih dalam membiayai belanja negara. Jika penarikan tersebut dilakukan secara bertahap, maka diperkirakan tidak akan mengganggu likuiditas perbankan. 

“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.850–6.100,” mengutip paparan Phintraco.

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco adalah DEWA, MDKA, AMRT, BRIS, dan BUKA.

CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya sebagian besar bursa Wall Street dan berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara kenaikan harga beberapa komoditas dan menguatnya nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.885–5.770 dan resistance 6.115–6.230,” tulis riset CGS International.

Saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi JPFA, TINS, WIIM, HMSP, MDKA, dan BBCA.

Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguat didorong oleh tensi geopolitik yang relatif membaik, kenaikan sebagian besar harga komoditas di hari ini, serta beberapa berita buruk sudah relatif priced-in ke koreksi saham. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PWON, EMAS, dan AADI.

(fad/aji)

No more pages