"Meskipun keuangan kerajaan terkadang tampak rumit, pada prinsipnya sistem yang mendasarinya jelas, diatur oleh hukum, dan telah disempurnakan dari waktu ke waktu untuk memastikan bahwa raja dapat menjalankan tugasnya secara independen, akuntabel, dan demi kepentingan jangka panjang negara," kata James Chalmers, penjaga kas kerajaan (keeper of the privy purse).
Aset Raja Charles mencakup kastel hingga dasar sungai, yang menempatkannya di antara orang-orang terkaya di dunia. Namun, kekayaan sang raja juga sangat kompleks karena diatur oleh perjanjian-perjanjian kuno yang sama sekali berbeda dengan aturan yang berlaku bagi sebagian besar keluarga kaya lainnya.
Untuk menjalankan tugas-tugas resmi, keluarga kerajaan didanai melalui Sovereign Grant, yakni dana tahunan yang berasal dari perjanjian tahun 1760 antara monarki dan pemerintah Inggris. Nilainya biasanya mencapai sekitar seperempat dari laba Crown Estate, yang memiliki berbagai aset termasuk Regent Street, kawasan belanja terkenal yang dipenuhi toko-toko fesyen kelas atas serta toko mainan Hamleys.
Menurut pernyataan Kementerian Keuangan Inggris, dana hibah tersebut, yang dibebaskan dari pajak, akan dikurangi menjadi 99,9 juta pound sterling pada tahun depan, turun dari 137,9 juta pound sterling tahun ini. Penurunan itu terjadi setelah rampungnya proyek renovasi Istana Buckingham yang berlangsung selama satu dekade, serta mencerminkan prospek pendapatan Crown Estate.
Keuntungan dari Duchy of Lancaster, yang memiliki lebih dari 40.000 acre lahan di Inggris dan Wales, juga menjadi sumber pendapatan bagi raja Inggris serta membantu mendanai aktivitas anggota keluarga kerajaan lainnya. Duchy tersebut telah menjadi properti pribadi raja yang berkuasa sejak 1399.
Sementara itu, Duchy of Cornwall — yang mencakup sekitar 130.000 acre lahan, sebagian besar berada di wilayah barat daya Inggris — memberikan skema pendanaan serupa bagi Pangeran Wales beserta keluarganya.
Perubahan Penggunaan Istana
Pernyataan mengenai keuangan kerajaan tahun ini juga memuat pembaruan mengenai masa depan istana paling terkenal di Inggris setelah program restorasinya selesai.
"Raja dan Ratu tidak akan menjadikan Istana Buckingham sebagai kediaman pribadi mereka," demikian bunyi pernyataan tersebut. "Sesuai keinginan Yang Mulia, istana akan tetap menjadi pusat kegiatan seremonial kerajaan, tempat kerja utama Rumah Tangga Kerajaan, serta aset warisan nasional dengan peluang yang lebih besar untuk diakses publik."
Selama lebih dari dua dekade terakhir, pasangan tersebut telah menggunakan Clarence House, yang berada tidak jauh dari Istana Buckingham, sebagai kediaman mereka di London.
Pengungkapan ini dilakukan di tengah meningkatnya pengawasan terhadap keuangan keluarga kerajaan. Awal Juni lalu, sebuah laporan dari National Audit Office menunjukkan bahwa mantan pangeran yang telah kehilangan status kerajaannya, Andrew Mountbatten-Windsor, memperoleh pendapatan pribadi dengan menyewakan kembali tiga pondok di kawasan kerajaan tempat ia tinggal, sementara hanya membayar sewa simbolis (peppercorn rent).
Raja Charles, yang naik takhta pada 2022, sebelumnya juga mengungkapkan pembayaran pajaknya ketika masih menjabat sebagai Pangeran Wales. Mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II, secara sukarela mulai membayar pajak penghasilan dan pajak keuntungan modal pada 1992, setelah kebakaran besar merusak Kastel Windsor. Namun, hingga kini belum pernah ada raja Inggris pada era modern yang mengungkapkan secara terbuka besarnya tagihan pajak pribadi mereka.
(bbn)





























