Selain itu, CEO Broadcom, Hock Tan mengatakan performa Jalapeño berada di level yang setara dengan GPU Blackwell milik Nvidia dan TPU milik Google untuk beban kerja inference AI.
Keunggulan lain Jalapeño adalah fleksibilitasnya. OpenAI menyebut chip ini tidak hanya ditujukan untuk model AI miliknya sendiri. Tetapi dirancang agar dapat menjalankan berbagai model bahasa besar (LLM) yang digunakan industri AI secara luas.
Sampel rekayasa chip tersebut bahkan sudah menjalankan beban kerja AI di laboratorium menggunakan model GPT-5.3-Codex-Spark.
Peluncuran Jalapeño juga menandai langkah strategis OpenAI untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI global.
Dengan memiliki desain chip sendiri, OpenAI berharap dapat mengendalikan biaya komputasi yang terus meningkat seiring pertumbuhan pengguna ChatGPT dan layanan AI lainnya.
Berdasarkan laporan Reuters, desain Jalapeño diselesaikan hanya dalam sembilan bulan dan sebagian proses pengembangannya dibantu oleh teknologi AI milik OpenAI sendiri.
Chip tersebut akan diproduksi oleh TSMC dan menjadi fondasi awal dari platform komputasi AI multi-generasi yang sedang dibangun OpenAI.
(mef/wep)




























