Logo Bloomberg Technoz

Dian memaparkan kualitas kredit industri perbankan juga masih terjaga. Hal itu tecermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 2,17% dan loan at risk (LaR) sebesar 8,82%.

“Jika dilihat per sektor, tidak terdapat tren peningkatan NPL yang signifikan pada sektor produktif tertentu, utamanya pada sektor-sektor utama penopang kredit perbankan,” tutur Dian.

Meskipun demikian, OJK mengingatkan bank perlu mewaspadai penurunan daya beli masyarakat dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih lanjut serta risiko inflasi ke depan sebagai dampak volatilitas ekonomi global dan domestik.

Kondisi tersebut, kata Dian,  dapat berdampak pada peningkatan risiko kredit pada segmen UMKM dan konsumsi yang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi. 

Dalam kondisi tersebut, bank juga cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, sehingga dapat mempengaruhi dinamika pertumbuhan kredit ke depannya.

“Kami menyadari bahwa dinamika perkembangan situasi global dan domestik diperkirakan akan tetap mewarnai kinerja perbankan Indonesia,” ucap Dian. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, OJK dan perbankan secara rutin melakukan stress test menggunakan skenario terkait situasi perekonomian, pasar keuangan, dan politik global maupun domestik. 

Hasil stress test OJK maupun perbankan menunjukkan bahwa tingkat permodalan perbankan saat ini masih memadai untuk menghadapi risiko yang disebabkan oleh perubahan signifikan dalam kondisi makroekonomi Indonesia.

(mfd/ell)

No more pages