Logo Bloomberg Technoz

Selain persoalan anggaran, Budi menilai penguatan sistem penyediaan vaksin harus terus dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, distribusi hingga pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat. Seluruh tahapan tersebut, menurutnya, perlu dikawal secara berkelanjutan setiap tahun agar target imunisasi nasional tetap tercapai.

Kemenkes juga menyoroti meningkatnya tantangan dalam pelaksanaan imunisasi, yakni maraknya kelompok yang menolak vaksin atau antivaksin. Budi mengatakan edukasi kepada masyarakat harus diperkuat agar kesadaran mengenai pentingnya vaksinasi tetap terjaga.

"Kita harus lebih serius soal edukasi, karena sekarang makin banyak orang-orang yang antivaksin," ujarnya.

Di sisi lain, cakupan imunisasi nasional pada 2025 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, masih terdapat sejumlah daerah dengan capaian rendah, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu provinsi besar dengan cakupan imunisasi ibu hamil yang masih tertinggal. Kemenkes telah meminta jajarannya untuk melakukan tindak lanjut khusus di daerah tersebut.

Kemenkes juga terus menjalankan program imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) ketika terjadi kejadian luar biasa penyakit tertentu, seperti campak. Budi mengatakan hingga saat ini baru empat provinsi yang mampu mencapai target cakupan imunisasi campak di atas 95%, sementara Sumatera Barat menjadi salah satu daerah dengan kasus campak tinggi yang juga memiliki tingkat penerimaan vaksin rendah.

Untuk mengejar ketertinggalan cakupan vaksinasi, pemerintah menyiapkan sejumlah momentum nasional sebagai ajang pelaksanaan imunisasi tambahan. Setelah Pekan Imunisasi Dunia pada April lalu yang menjangkau sekitar 130 ribu anak dan 17 ribu orang dewasa, Kemenkes akan kembali menggelar program serupa pada Hari Anak Nasional Juli mendatang dengan target 240 ribu anak dan 80 ribu orang dewasa. 

Ia juga menyinggung capaian imunisasi HPV yang melampaui 90% pada 2025 dan mendorong agar rencana perluasan imunisasi HPV kepada anak laki-laki yang semula dijadwalkan pada 2027 mendapat kejelasan apakah akan dipercepat pada 2026.

(dec)

No more pages