Purbaya menegaskan ketidakpastian ekonomi global merupakan ujian berat. Hanya saja, dengan beberapa data terkini, dia mengeklaim bahwa pemerintah sudah melewati masa ujian tersebut dan tinggal memperbaiki pondasi ekonomi yang sudah ada.
"Jadi keadaan memang bukan ideal, tapi yang jelas kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya ekonomi kita masih bisa bertahan dan alhamdulillah sampai dengan sekarang masih bisa tumbuh baik,” jelasnya.
“Saya harap ke depan dengan adanya tadi prospek membaiknya kondisi di perang Iran-Israel dan harga minyak yang mulai rendah, harusnya kita akan lebih baik di paruh kedua tahun ini. Mudah-mudahan hal ini terjadi terus,” imbuh Purbaya.
Dalam perkembangan terbaru, para penjual minyak mentah Iran ke China telah memangkas harga setelah Republik Islam itu mulai mengirimkan jutaan barel melalui Selat Hormuz menyusul kesepakatan damai sementara dengan AS.
Kargo spot minyak mentah ringan Iran untuk kedatangan Juli ditawarkan oleh pedagang dan perantara dengan diskon US$2,50 hingga US$5 per barel dari harga patokan Brent, kata orang-orang yang terlibat langsung dalam perdagangan tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasi tersebut tidak bersifat publik.
Korting harga itu lebih dalam dibandingkan dengan diskon sekitar US$1 yang ditawarkan sebelum kesepakatan tersebut.
Setidaknya 11 tanker yang membawa total 20 juta barel terdeteksi meninggalkan pelabuhan Chabahar di Iran dalam beberapa hari terakhir, menurut data pengiriman Bloomberg.
(mfd/ell)


























