Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Membuka Pekan di Rp17.812/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 June 2026 09:18

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pagi ini dengan pelemahan, sejalan dengan mata uang Asia yang mayoritas berada di zona merah. Pada sesi pembukaan Senin (22/6/2026), rupiah melemah 0,12%  di Rp17.812/US$, menyusul indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang bertahan tinggi. 

Di kawasan, won Korea Selatan melemah, disusul baht Thailand, ringgit Malaysia, peso Filipina, yen Jepang, dolar Taiwan, yuan China dolar Singapura, dan dolar Hong Kong. Hanya yuan China tercatat menguat terbatas. 

Pergerakan mata uang Asia, Senin (22/6/2026). (Bloomberg)

Pelemahan mata uang kawasan juga dipicu oleh terpangkashnya sebagian optimisme pasar yang sebelumnya membaik oleh progres meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika kelompok Hizbollah terus menyerang Israel. 


Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali memburu aset safe haven, seperti dolar AS dan emas, sementara mata uang negara berkembang, termasuk rupiah menghadapi tekanan jual. 

Kekhawatiran pasar bukan cuma tertuju pada risiko eskalasi konflik, tapi juga potensi gangguan distribusi energi global di Selat Hormuz yang berpotensi meningkat kembali.