PLN Kurang 18 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Sebut Bukan Tugas ESDM
Azura Yumna Ramadani Purnama
22 June 2026 08:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kekurangan pasokan batu bara sebesar 18 juta ton untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) dan swasta bukan tanggung jawab Direkorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba).
Alasannya, Ditjen Minerba hanya bertanggung jawab menunjuk penambang yang wajib memasok batu bara ke PLN. Sementara itu, teknis ihwal kontrak hingga pengiriman batu bara ke PLTU menjadi kewenangan penuh PLN.
Bahlil menyatakan total kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik PLN mencapai 154 juta ton. Dari besaran tersebut, Dirjen Minerba Kementerian ESDM telah memberikan penugasan terhadap perusahaan batu bara nasional mencapai 180—190 juta ton.
Teknisnya, untuk [batu bara] sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Dari total penugasan atau alokasi batu bara untuk program wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO) sebesar 180—190 juta ton itu, Bahlil menyatakan sudah terdapat kontrak yang diteken PLN dengan perusahaan batu bara sebesar 134 juta ton.
Dengan demikian, PLN masih memiliki kekurangan sekitar 18 juta ton batu bara kalori menengah yang dibutuhkan pembangkit perseroan.


























