Saran Perawatan
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Yannes menilai perawatan khusus yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu rumit.
Dia menyarankan pemilik kendaraan untuk lebih memperhatikan kebiasaan dalam mengisi bahan bakar dan menjaga kondisi tangki.
"Pemilik kendaraan disarankan untuk tidak mendiamkan kendaraan terlalu lama dengan tangki hampir kosong, serta melakukan perawatan berkala pada sistem bahan bakar,” katanya.
Lalu, khusus untuk kendaraan yang lebih tua, sebaiknya memeriksa buku manual kendaraan dan menanyakan pada bengkel resmi sebelum beralih menggunakan E5 secara rutin, mengingat berbeda-bedanya spesifikasi mesin kendaraan tua tersebut.
Keunggulan E5
Di sisi lain, Yannes tidak menampik penggunaan bensin campuran bioetanol 5% ini secara teknis memberikan keunggulan yang cukup jelas bagi performa mesin, khususnya untuk kendaraan modern.
Etanol dapat berfungsi sebagai octane booster alami yang mampu meningkatkan angka oktan bensin secara signifikan.
"Ini membantu mengurangi gejala knocking atau ketukan mesin, sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih halus dan responsif. Lalu, kandungan oksigen dalam etanol juga mendukung proses pembakaran yang lebih sempurna, sehingga emisi gas buang cenderung lebih rendah," jelasnya.
Pada kendaraan modern dengan mesin kompresi tinggi, manfaat peningkatan kualitas ini dapat dirasakan langsung tanpa mengurangi performa maupun efisiensi BBM secara berarti.
Yannes menegaskan bahwa pada kadar 5%, etanol lebih berperan sebagai peningkat kualitas (quality improver) BBM.
Dia juga menenangkan para pemilik mobil keluaran terbaru agar tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap kebijakan transisi energi ini.
"Bagi pemilik kendaraan modern, penggunaan E5 relatif aman dan tidak memerlukan modifikasi khusus," tutup Yannes.
Untuk diketahui, E5 adalah jenis bahan bakar nabati (biofuel) yang memadukan 95% bensin murni (petroleum) dengan 5% etanol ramah lingkungan yang berasal dari distilasi biomassa tumbuhan, seperti tebu, singkong, atau jagung.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut mandatori E5 akan diberlakukan bersamaan dengan mandatori B50 pada 1 Juli 2026.
“Pak Menteri [Bahlil] kemarin sebelum berangkat ke luar ya ini, kami sudah setuju dengan mandatori B50, kan memang sudah lama kita persiapkan ya. Terus mandatori untuk E5 itu nanti dikeluarkan Kepmen [keputusan menteri] alokasi volume,” ungkap Eniya di agenda IPA Convex 2026, Kamis (21/5/2026).
Meski begitu, Eniya bilang sumber dari etanol harus berasal dari lokal. Hingga saat ini pihaknya telah mengidentifikasi pemasok etanol sebanyak tiga perusahaan dengan total volume sebesar 26 ribu kiloliter.
Dalam kesempatan yang berbeda, Eniya menegaskan bahwa penerapan mandatori E5 mulai 1 Juli 2026 tidak akan langsung diterapkan serentak di semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Enggak. Belum [seluruh SPBU]. Kemungkinan belum, karena kita lagi mendata infrastruktur sama Pertamina. Peralatan-peralatannya harus di-cleaning,” ungkap Eniya saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026).
Meskipun dilakukan secara bertahap, Eniya menegaskan implementasi E5 tetap akan segera dilakukan sebagai jembatan menuju target bauran energi yang lebih tinggi pada tahun mendatang.
"Paling tidak, kita sudah exercise nanti 5%, terus nanti pada 2027 kan bisa masuk ke [mandatori bioetanol dengan kadar] yang lebih tinggi lagi. Intinya semua menyesuaikan bahan baku lokal," tambahnya.
(smr/wdh)




























