Logo Bloomberg Technoz

Manfaat Ekonomi AI Tak Merata, Disrupsi Pekerjaan Meningkat

Merinda Faradianti
20 June 2026 10:30

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). dok: Bloomberg
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sebuah studi yang disusun ekonom Pakistan Syed Muhammad Haris Shah menemukan kecerdasan buatan menyebabkan kesenjangan upah dan hilangnya pekerjaan dengan keterampilan rendah.

Studi yang melibatkan 350 responden dari berbagai sektor termasuk teknologi informasi, manufaktur, kesehatan, keuangan, pendidikan, dan layanan pelanggan itu tertuang dalam The Impact of Artificial Intelligence on Employment and Wage Inequality.

Studi itu diterbitkan dalam Advance Journal of Econometrics and Finance Volume 4 Issue 2 tahun 2026.


Hasil penelitian itu menunjukkan adopsi AI sudah cukup luas di lingkungan kerja. Di mana, sebanyak 72,6% responden menyatakan perusahaan mereka telah aktif menggunakan teknologi AI.

Sementara itu, 27,4% lainnya masih dalam tahap terbatas atau belum menerapkan AI secara signifikan, dikutip dari laporan yang sama, Sabtu (20/6/2026).