Industri minyak dan perkapalan mengamati dengan saksama tanda-tanda peningkatan aktivitas di selat tersebut, setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan sementara yang bertujuan untuk melanjutkan lalu lintas melalui jalur air tersebut.
Kapal tanker minyak mentah, dengan muatan berharga mereka, kemungkinan akan menjadi jenis kapal pertama yang mencoba melewati selat tersebut.
Sekitar 21 supertanker menunjukkan bahwa mereka menuju Asia, dengan lima di antaranya mengisyaratkan China sebagai tujuan mereka.
Lima lainnya berlayar ke pusat transshipment di lepas pantai Malaysia dan Singapura. Setidaknya tiga kapal tampak menuju ke timur menuju selat dengan kecepatan normal pada Jumat (19/6/2026) pagi.
Volume minyak mentah yang menuju Asia merupakan pertanda baik bagi para pembeli di kawasan tersebut yang sangat bergantung pada minyak mentah Timur Tengah.
Selama perang, kilang-kilang minyak di Asia harus mengurangi produksi dan negara-negara harus menggunakan cadangan untuk mengatasi kekurangan minyak yang tiba-tiba.
Akan tetapi, hingga kini masih ada kebingungan mengenai status pasti selat tersebut.
Tiga kapal supertanker Saudi muncul kembali di Teluk Oman pada Kamis, sebuah indikasi bahwa kapal-kapal mulai bergerak, tetapi kelompok perdagangan maritim BIMCO memperingatkan bahwa risiko keselamatan dan keamanan yang signifikan terhadap pelayaran tetap ada, meskipun ada kesepakatan AS-Iran untuk mengizinkan transit.
Meskipun masih kurang jelas, optimisme atas potensi pembukaan kembali tampaknya telah memberikan kepercayaan yang cukup kepada pemilik kapal dan penyewa kapal untuk mengirim kapal melalui selat tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kapal-kapal yang membawa hampir 10 juta barel minyak muncul di luar selat atau berlayar melaluinya pada Kamis, termasuk VLCC milik Saudi, menurut data pelacakan kapal.
Jumlah pasti kapal dan muatannya dapat berubah seiring dengan munculnya informasi lebih lanjut.
Beberapa kapal telah mematikan transponder mereka karena alasan keamanan, sementara yang lain mungkin mengalami gangguan sinyal akibat interferensi elektronik. Kapal juga dapat mengubah tujuan pelayaran mereka.
(bbn)




























