Meski demikian, Bahlil mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan terkait dengan pasokan batu bara kalori menengah untuk PLN, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kalori.
Menurut Bahlil, kualitas batu bara domestik cenderung mengalami penurunan sehingga pemerintah dan pelaku usaha saat ini tengah mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Memang ada kendala sedikit terhadap batu bara medium, kalori 5.200. Kita tahu sekarang kalori batu bara kita makin hari makin rendah. Nah, ini yang lagi kita cari solusinya, tetapi secara yang lainnya enggak ada masalah," ujarnya.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik sebagian besar telah diamankan.
Bahlil menjelaskan kebutuhan batu bara PLN pada 2026 diperkirakan mencapai 154 juta ton. Dari jumlah tersebut, PLN telah mengikat kontrak pasokan sebanyak 134 juta ton.
"Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum [terkontrak]. Jadi secara overall tidak ada masalah," katanya.
Untuk diketahui, dalam rapat tersebut Bahlil juga membahas pembayaran subsidi dan kompensasi PLN hingga persiapan implementasi biodiesel B50 yang dijadwalkan meluncur pada 1 Juli 2026.
"Tadi kita rapat dengan Pak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membahas beberapa agenda, termasuk bagaimana pembayaran kompensasi dan subsidi terhadap PLN agar mereka mempunyai kemampuan keuangan yang memadai untuk mempersiapkan segala sesuatu agar pelayanan listrik kita kepada rakyat bisa berjalan maksimal," jelas Bahlil.
Sebelumnya, pekan lalu sebagian wilayah di Jawa dilaporkan mengalami pemadaman listrik. Informasi ini mulanya dikeluhkan oleh sejumlah warganet di akun sosial media X, dulunya Twitter.
Mereka melaporkan telah terjadi pemadaman listrik di berbagai wilayah di Jawa Barat hingga Jawa Tengah pada medio pekan lalu, Rabu (10/6/2026) dan Kamis (11/6/2026).
Saat dihubungi, Kementerian ESDM membantah pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa terjadi gegara pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menipis.
Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyatakan pemadaman listrik yang belakangan terjadi karena beberapa gangguan teknis, tetapi dia tidak menjelaskan lebih lanjut pernyataannya tersebut.
Anggia menambahkan dia belum mendapatkan informasi ihwal kabar gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1 sehingga terdapat penurunan pasok pembangkit ke sistem kelistrikan.
“Tidak ada batu bara menipis. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang. Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman itu tidak benar, dipastikan tidak benar,” kata Anggia kepada awak media di Kantor ESDM, Kamis (11/6/2026).
Di sisi lain, menurut EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Greg mengungkapkan saat ini sistem kelistrikan Pulau Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun sempat terdapat kendala operasional.
“Sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah,” kata Greg.
Dia juga membantah isu di jagat maya yang menyatakan bakal terdapat blackout atau pemadaman listrik serentak di Pulau Jawa.
“Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait dengan blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi,” tegas Greg.
(smr/wdh)




























