Logo Bloomberg Technoz

Ketidakpastian Belum Usai, BI Ramal Perekonomian Global Melambat

Mis Fransiska Dewi
18 June 2026 14:18

Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan perekonomian global masih mencatatkan perlambatan pada tahun 2026 ini imbas ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah tetap tinggi, meskipun sedikit mereda usai dilakukan interim deal antara Amerika Serikat dengan Iran tanggal 14 Juni 2026. 

“Pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 diperkirakan tetap rendah sebesar 3% dan diikuti naiknya tekanan inflasi menjadi sekitar 4,4%,” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (18/6/2026).

Menurut Perry, perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah menimbulkan gangguan produksi, distribusi dan rantai pasok perdagangan antar negara, serta menurunkan prospek perekonomian global.


Sementara itu, Perry juga menyebut sejumlah bank sentral mulai menaikkan suku bunga kebijakannya untuk merespon kenaikan inflasi tersebut. 

“Suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat, Fed Fund Rate, yang tadi malam dipertahankan pada level 3,75%, ke depan terdapat kemungkinan akan naik seiring dengan prospek inflasi yang lebih tinggi di Amerika Serikat,” kata Perry.