Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers pertamanya sebagai pimpinan bank sentral, menolak memberikan petunjuk mengenai langkah kebijakan berikutnya. Ia menegaskan bahwa inflasi telah bertahan di atas target 2% The Fed selama beberapa tahun terakhir dan kembali menekankan komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga.
"Setengah anggota komite memperkirakan kenaikan suku bunga tahun ini, dan itu merupakan sinyal yang sangat kuat bagi pasar," kata Bob Michele, Chief Investment Officer dan Kepala Global Pendapatan Tetap di JPMorgan Asset Management. "Saya pikir mereka sedang bersiap untuk menaikkan suku bunga."
Keputusan tersebut menandai pertemuan keempat berturut-turut di mana para pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga tanpa perubahan. Para pejabat menggambarkan pertumbuhan ekonomi sebagai "solid" dan menyoroti kuatnya pertumbuhan produktivitas serta investasi modal, sembari menegaskan bahwa inflasi kini menjadi perhatian yang lebih besar dibandingkan pelemahan pasar tenaga kerja. Warsh juga menegaskan bahwa target inflasi The Fed sebesar 2% tidak akan ditinjau ulang.
"Perubahan sikap The Fed yang lebih hawkish belakangan ini bukan semata-mata karena kenaikan harga energi," kata Kay Haigh dari Goldman Sachs Asset Management. "Meski harga minyak baru-baru ini mengalami penurunan, setengah anggota FOMC memperkirakan kenaikan suku bunga dapat terjadi secepat tahun ini, mencerminkan kuatnya data pasar tenaga kerja dan inflasi."
Warsh juga mengumumkan pembentukan satuan tugas untuk meninjau neraca The Fed yang bernilai US$6,7 triliun, isu yang telah lama ia kritisi. Kelompok tersebut akan mengkaji peran relatif kebijakan suku bunga dan kebijakan neraca dalam transmisi kebijakan moneter.
Di Jepang, investor masih khawatir Bank of Japan (BoJ) tidak cukup cepat mengetatkan kebijakan untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan yen, bahkan setelah menaikkan suku bunga acuannya awal pekan ini. Wakil Gubernur Shinichi Uchida mengatakan nilai tukar merupakan faktor penting dalam prospek ekonomi, tetapi bukan sasaran langsung kebijakan moneter.
Investor juga akan mencermati saham-saham teknologi Asia setelah sesi perdagangan yang beragam di sektor teknologi AS. Broadcom Inc, Micron Technology Inc, dan Applied Materials Inc menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan S&P 500 dan membantu mendorong Indeks Semikonduktor Philadelphia naik 1,4%. Namun, seluruh anggota Bloomberg Magnificent Seven Index turun setidaknya 1%, sehingga menyeret indeks saham berkapitalisasi besar tersebut turun 2,8%. Saham SpaceX merosot 4,9%, menghentikan reli yang telah mengangkat nilainya sekitar 50% sejak pencatatan saham perdananya hingga penutupan perdagangan Selasa.
Di bidang geopolitik, Presiden Donald Trump membela kesepakatan damai sementara yang dinegosiasikan dengan Iran dan mengatakan perjanjian tersebut dapat ditandatangani paling cepat pada Kamis. Rancangan kesepakatan itu akan memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat, sementara negosiasi terkait isu nuklir akan dilanjutkan setelahnya. Harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,4% menjadi mendekati US$76 per barel pada Kamis.
Menurut analis strategi Morgan Stanley, Mike Wilson, investor kini mulai melihat melampaui konflik tersebut, meskipun banyak persoalan paling sulit dalam kesepakatan yang diusulkan masih belum terselesaikan.
"Pasar sudah bergerak melampaui perang ini," kata Wilson, merujuk pada harga minyak yang tidak pernah melampaui puncak yang tercapai saat awal konflik Rusia-Ukraina. "Kita baru saja mengetahui betapa besarnya pasokan yang tersedia," ujarnya.
(bbn)




























