Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham LQ45 juga menjadi biang keladi pelemahan IHSG. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 6,04%, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terpeleset 3,92%, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terpangkas 3,78%.

Saham LQ45  lainnya yang turut menjadi pemberat IHSG adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkoreksi 3,39%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berkurang 3,21%, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terpeleset 2,9%.

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Rupiah pada perdagangan pagi–siang hari ini berbalik melemah, hingga menyeret IHSG ke zona merah. Mengacu data Bloomberg, rupiah tengah melemah 0,28% di pasar spot menyentuh Rp17.750/US$.

Sikap kehati–hatian investor menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) jadi salah satu pemicu.

Para pejabat The Fed diprediksi bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada pertemuan hari ini, tetap di posisi 3,75%. Namun, sebagian pejabat The Fed lainnya mulai membuka kemungkinan perlunya kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi masih tinggi. 

Dalam rapat ini, The Fed juga akan merilis proyeksi ekonomi terbaru beserta pembaruan dot plot, yaitu peta ekspektasi suku bunga dari masing–masing pejabat.

Pasar juga tengah menunggu dan melihat bagaimana respons pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).  Setelah mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga di luar agenda sebesar 25 basis poin pekan lalu, ruang bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga dalam jangka pendek mulai menyempit.

Kendatipun demikian, BI kemungkinan tetap mempertahankan sikap hawkish untuk memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga. Mencermati tekanan terhadap aset keuangan domestik belum sepenuhnya mereda di tengah meningkatnya persepsi risiko investasi Indonesia dalam beberapa bulan.

Konsensus yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi BI Rate kembali naik menjadi 5,75% dalam Rapat Drwan Gubernur (RDG) pekan ini.

(fad/aji)

No more pages