Sejak terpilih menjadi pemimpin takhta suci setahun yang lalu, Paus kelahiran Chicago, AS, ini memang berulang kali menyuarakan kecemasannya atas meningkatnya konflik global, mulai dari perang Rusia di Ukraina yang masih berlanjut hingga perang AS di Iran. Sikap vokal Paus ini sempat memicu kritik tajam dari Presiden AS Donald Trump, namun di sisi lain mendapat dukungan kuat dari Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.
Ketegangan antara Trump dan Meloni akibat perbedaan pandangan terkait sikap Paus dalam perang ini akhirnya berhasil diredakan. Kedua pemimpin negara tersebut dilaporkan telah menyelesaikan perselisihan mereka di sela-sela KTT G-7 di Evian, Prancis, melalui sebuah pertemuan singkat pekan ini.
Sebelumnya, Paus Leo XIV sempat melontarkan kritik keras dengan menyebut ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran sebagai tindakan yang "benar-benar tidak dapat diterima". Paus juga menyanggah klaim Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menyebut bahwa Tuhan mendukung agresi militer AS, serta menolak teori "perang yang adil" yang digaungkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance. Paus menegaskan bahwa dirinya akan terus menyuarakan perdamaian, tanpa peduli dengan apa pun yang dikatakan oleh Presiden AS.
(bbn)






























