Logo Bloomberg Technoz

Pertemuan tersebut berlangsung setelah Gubernur Kazuo Ueda dirawat di rumah sakit pekan lalu untuk pengobatan infeksi kista hati, menandai pertama kalinya sejak pertemuan darurat pada 2010 dewan tersebut bertemu tanpa kehadiran gubernur.

Ueda berencana untuk menyampaikan pandangannya kepada dewan tanpa berpartisipasi dalam pemungutan suara, kata BOJ.

Yen sedikit melemah menjadi 160,24 per dolar tak lama setelah pengumuman tersebut. Yen telah berfluktuasi di sekitar level 160 sejak pekan lalu, tetap berada di dekat kisaran yang mendorong Kementerian Keuangan untuk melakukan intervensi di pasar mata uang pada akhir April.

Wakil Gubernur Shinichi Uchida akan menggantikan Ueda dalam konferensi pers pukul 15.30 di Tokyo.

Uchida secara luas dianggap sebagai arsitek kunci kerangka kebijakan modern BOJ, sebuah program yang telah berputar penuh dari suku bunga negatif dan pengendalian kurva imbal hasil hingga siklus kenaikan suku bunga yang diluncurkan Ueda pada Maret 2024.

Dengan perubahan suku bunga yang hampir sepenuhnya diperhitungkan, investor mencari sinyal yang menunjukkan kenaikan suku bunga lagi dalam beberapa bulan mendatang.

Meskipun AS dan Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan perang mereka dan membuka kembali Selat Hormuz, para pembuat kebijakan tetap waspada terhadap risiko inflasi yang meningkat karena ratusan kapal dagang masih menunggu jalur aman melalui jalur air tersebut.

Pelemahan yen yang terus-menerus juga menjadi sumber tekanan harga bagi Jepang yang miskin sumber daya.

Makin sulit bagi BOJ untuk mengutip ketidakpastian terkait perkembangan global sebagai cara untuk menjaga agar pilihannya tetap terbuka mengenai laju normalisasi, karena risiko inflasi meningkat secara global.

European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga pekan lalu, sementara Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah akhir pekan ini di tengah spekulasi yang meningkat mengenai potensi kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun.

Mayoritas pengamat BOJ yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan laju kenaikan suku bunga akan terjadi kira-kira setiap enam bulan sekali.

Namun, mantan kepala ekonom BOJ, Hideo Hayakawa, termasuk di antara mereka yang percaya bahwa tindakan selanjutnya dapat terjadi paling cepat pada bulan Oktober.

Pada saat yang sama, BOJ harus menghindari kesan terlalu agresif mengingat sensitivitas politik.

Perdana Menteri Sanae Takaichi telah mengindikasikan preferensinya untuk kebijakan moneter akomodatif, dan baru-baru ini ia meminta Ueda untuk menetapkan kebijakan yang "tepat" dengan mempertimbangkan langkah-langkah pemerintah untuk perekonomian, sebuah seruan yang jelas untuk tidak bergerak terlalu cepat.

(bbn)

No more pages