Untuk solar, Kementerian ESDM mengusulkan volume subsidi berkisar 18,80—19 juta kl. Angka itu meningkat dari volume solar subsidi yang ditetapkan pada 2026 sebanyak 18,64 juta kl, maupun pada 2025 yang sejumlah 18,41 juta kl.
Adapun, subsidi tetap untuk minyak solar direncanakan sebesar Rp1.000 per liter pada tahun depan, alias tidak ada perubahan dari tahun ini.
Lalu untuk minyak tanah Kementerian ESDM mengusulkan volume subsidi berkisar antara 543.000—561.000 kl atau meningkat dibandingkan dengan volume 2026 yang sebanyak 530.000 kl.
"Minyak tanah itu pada 2026 [kuotanya] 0,53 juta kl, pada 2027 itu kita akan alokasikan sekitar 0,543 sampai 0,561 [juta kl]. Minyak solar di 2026 itu 18,64, di 2027 kita alokasikan 18,80 sampai 19 [juta kl]," papar Bahlil.
Subsidi Listrik
Sementara itu, subsidi listrik dalam RAPBN 2027 diusulkan sebesar Rp113,45—Rp122,83 triliun, naik dari APBN 2026 senilai Rp100,83 triliun dengan realisasi serapan Rp38,34 triliun hingga Mei 2026.
Selanjutnya, untuk volume elpiji subsidi atau LPG 3 Kg diusulkan sekitar 8 juta metrik ton dalam RAPBN 2027, atau sama dengan alokasi yang ditetapkan pada tahun ini.
"LPG rata-rata yang sama kita alokasikan di angka 8 juta kl, sama dengan 2026," ungkap Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil juga telah mengusulkan rerata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di dalam asumsi RAPBN 2027 mendatang di kisaran US$70—US$95 per barel.
"Pada 2026, kita ketuk palu dengan angka US$70 per barel. Akan tetapi, pada 2027, kisarannya batas minimum US$70 per barel dan maksimalnya di angka US$95 per barel," ungkap Bahlil.
Bahlil juga menegaskan akan terus memantau pergerakan situasi politik dunia sebelum meresmikan angka pasti ICP untuk 2027.
Menurutnya, pelonggaran batas ICP dapat mengantisipasi ketidakpastian global, sambil menunggu momen nota keuangan mendatang.
"Sambil kita lihat perkembangan dinamika nanti sampai dengan bulan Agustus, berapa angkanya akan kita letakkan," pungkas Bahlil.
Selain ICP, pemerintah juga mengusulkan target lifting minyak dan gas bumi (migas) pada 2027 sebesar 1,536 juta hingga 1,592 juta barrel setara minyak per hari (boepd).
Angka tersebut terdiri atas lifting minyak bumi dan kondensat sebesar 602.000-615.000 barrel per hari (bopd), serta lifting gas bumi sebesar 934.000—977.000 boepd.
(smr/wdh)




























