Logo Bloomberg Technoz

Adapun, saat ini, total kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun.

Porsi pemanfaatan batu bara nasional sepanjang 2025. (dok. Kementerian ESDM)

Dari total kebutuhan tersebut, pemerintah sebenarnya telah memberikan penugasan atau domestic market obligation (DMO) kepada perusahaan-perusahaan batubara sebesar kurang lebih 190 juta ton. Kendati demikian, realisasi di lapangan belum berjalan mulus.

“Dari 190 juta ton yang sudah dilakukan konfirmasi kurang lebih sekitar 150—160 juta ton, dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton. Artinya, dari total kebutuhan PLN 154 juta, tinggal kurang 20 [juta metrik ton] yang belum dikontrakkan,” kata Bahlil.

Kelangkaan di PLN

Bahlil mengaku telah menggelar rapat intensif selama 5,5 jam bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo beserta jajaran direksi. 

Dari pertemuan tersebut, teridentifikasi bahwa PLN tengah menghadapi kelangkaan jenis batu bara spesifik, yakni kalori sedang yang memiliki kualitas cukup baik. Di sisi lain, ketersediaan jenis batu bara ini terus menyusut.

Masalah juga muncul dari sisi ketidaksesuaian nilai keekonomian bagi para produsen batubara. 

Untuk diketahui, berdasarkan aturan DMO, harga jual batu bara untuk kelistrikan hingga saat ini masih dipatok sebesar US$70/ton. 

Nilai ini dinilai sudah tidak lagi menutup biaya operasional penambangan atau stripping ratio (SR) yang kian tinggi.

“Sementara [stok batu bara] medium itu makin hari makin sedikit dan harganya juga murah. Kita bikin patok karena DMO US$70. Nah, sementara SR-nya sudah ada angka 10—12. Jadi harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada [untungnya]. Itulah yang menjadi problem kepada mereka,” kata Bahlil.

Melihat kondisi tersebut, Bahlil menegaskan telah meminta jajarannya untuk memprioritaskan pemenuhan sektor kelistrikan dengan memberikan ruang fleksibilitas aturan agar pasokan ke PLN tidak tersendat.

Nah ini saya sudah minta untuk kita kelistrikan untuk diprioritaskan, di fleksibilitaskan,” tutupnya. 

Pekan lalu, Bahlil sempat memanggil pimpinan PLN untuk mendalami penyebab pemadaman listrik yang belakangan terjadi di sebagian wilayah Pulau Jawa.

Bahlil menyebut pihaknya akan menelusuri penyebab pemadaman bergilir tersebut, tetapi saat itu dia memastikan gangguan tersebut tidak berkaitan dengan kurangnya pasokan batu bara di pembangkit PLN.

“Saya sampai dengan hari ini, malam ini [kemarin] juga masih ada rapat sama PLN di kantor untuk membahas masalah ini. Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu enggak benar,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (11/6/2026) malam.

Bahlil mengungkapkan komitmen pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN telah mencapai 170 juta ton atau memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Bahlil sempat menyinggung saat ini terdapat kendala yang terjadi pada mesin PLN, namun dia tak menjelaskan lebih lanjut.

“Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN, dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” ujar dia.

Di sisi lain, PLN mengungkapkan pemadaman bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dipengaruhi kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah.

EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengungkapkan saat ini sistem kelistrikan Pulau Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun sempat terdapat kendala operasional tersebut.

“Sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah,”kata Greg ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Jumat (12/6/2026).

Greg juga membantah isu di jagat maya yang menyatakan bakal terdapat blackout atau pemadaman listrik serentak di Pulau Jawa.

“Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait dengan blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi,” tegas Greg.

Untuk itu, kata Greg, PLN menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman bergilir yang sempat terjadi belakangan.

“Kami juga menghimbau pelanggan untuk mengikuti perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi, termasuk di unit PLN setempat,” ujar Greg.

(smr/wdh)

No more pages