Logo Bloomberg Technoz

Kondisi ini mengindikasikan investor cenderung agresif memburu seri-seri tertentu yang dianggap menawarkan keseimbangan antara imbal hasil dan durasi, sehingga pergerakan kurva imbal hasil pagi ini lebih beragam. 

Tak hanya SUN, aksi beli juga mewarnai pasar surat utang pemerintah berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) alias INDON. Imbal hasil tercatat turun dan kompak terjadi pada semua tenor. 

  • Tenor 2 tahun turun 2,5 bps ke 4,11%.
  • Tenor 3 tahun turun 3,1 bps menjadi 4,44%. 
  • Tenor 5 tahun turun 3,6 bps jadi 4,77%
  • Tenor 7 tahun turun 4,6 bps ke 5,04%
  • Tenor 10 tahun turun 4,9 bps ke 5,39%
  • Tenor 30 tahun turun 2,6 bps ke 5,68%

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memproyeksikan aksi beli masih akan berlanjut dengan target rentang imbal hasil SUN tenor 10 tahun 7,25-7,35%, dan INDON 5,35-5,45%. 

Penguatan di pasar obligasi sejalan dengan berlanjutkan apresiasi rupiah yang memasuki hari kelima. Menguatnya nilai tukar rupiah juga mendapat dukungan dari sisi eksternal yang mulai mereda. 

Dari kawasan, mata uang Asia mayoritas bergerak menguat. Peso Filipina masih memimpin penguatan sebesar 1,26%, rupiah di posisi kedua dengan menguat 0,89%, disusul dolar Taiwan dan won Korea Selatan, masing-masing menguat 0,37%.

Sementara, baht Thailand menguat 0,33%, lalu ringgit Malaysia 0,29%, dolar Singapura 0,19%, yuan offshore 0,08%, dan yuan China serta yen Jepang masing-masing 0,07%. 

Penguatan mata uang kawasan ditopang oleh harga minyak dunia yang kembali turun 4,79% ke US$83,15 per barel, imbas dari meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. 

Harga minyak kembali merosot setelah AS dan Iran menyepakati kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang, yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.

Kesepakatan tersebut menjadi kabar baik bagi produsen energi Teluk Persia dan industri pelayaran global, meskipun masih terdapat hambata sebelum lalu lintas kapal dapat kembali normal seperti sedia kala. 

Presiden AS, Donald Trump menyatakan melalui media sosial, bahwa dia mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan (toll free opening), serta mengakhiri blokade terhadap Iran. 

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazzem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa kesepakatan itu telah dicapai. Namun, teks lengkap perjanjian baru akan dipublikasikan setelah penandatanganan di Swiss. 

Sebagai catatan, Selat Hormuz dijadwalkan akan dibuka kembali setelah kesepakatan resmi ditandatangani pada Jumat pekan ini. 

(dsp/aji)

No more pages