Nilai dividen tahun buku 2025 itu mengindikasikan dividend yield 4,2%, mengacu pada harga saham PTBA pada intraday Kamis (11/6/2026) di harga Rp2.730 per saham.
Kinerja 2025
PTBA mencetak laba bersih sebesar Rp2,93 triliun sepanjang 2025. Adapun, PTBA membukukan EBITDA sebesar Rp6,08 triliun dengan margin di level 14% sepanjang tahun lalu.
“Di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PT Bukit Asam tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid,” kata Direktur Utama PTBA Arsal Ismail lewat siaran pers, Rabu (1/4/2026).
Arsal menambahkan perseroan turut mencatat perbaikan profitabilitas secara kuartalan, didorong optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya.
“Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif,” tuturnya.
PTBA mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan mencatatkan pertumbuhan produksi secara tahunan sebesar 9% yang juga diikuti dengan kenaikan realisasi penjualan sebesar 6%.
Meskipun secara operasional kinerja meningkat, namun harga jual rata-rata (ASP) tercatat menurun 6% secara tahunan seiring dengan harga batu bara yang terus menurun di mana Newcastle Coal Index tercatat menurun 22% dan Indonesia Coal Index-3 turun hingga 16%.
PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun pada tahun lalu, dengan penjualan meningkat 6% secara tahunan. Penjualan domestik tercatat 54%, sisanya diisi dengan pasar ekspor.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan PTBA mencapai Rp36,39 triliun, naik 5% secara tahunan.
Kenaikan beban ini seiring dengan peningkatan volume operasional kendati dari sisi stripping ratio tercatat lebih rendah di angka 6,07 kali dari pada periode tahun sebelumnya di angka 6,23 kali.
(naw)




























