Logo Bloomberg Technoz

Meski begitu, nilai tukar rupiah hingga awal Juni 2026 masih menghadapi tekanan dipicu sentimen global dan risk-off di pasar keuangan. Namun pemerintah optimistis bahwa penguatan sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan memperkuat stabilitas nilai tukar. 

“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kola Devisa Hasil Ekspor, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas dalam negeri ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor, sehingga rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026,” tandas Menkeu.

Di sisi lain, aliran dana asing mencatatkan penguatan sepanjang triwulan II 2026, terutama ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Walaupun pasar saham masih mengalami arus keluar modal, ketertarikan investor terhadap instrumen keuangan domestik secara umum masih terpelihara.

Dalam upaya menjaga laju pertumbuhan ekonomi, pemerintah melanjutkan sejumlah langkah strategis, mulai dari menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak dan pangan, memastikan ketersediaan energi serta beras tetap terjamin, mempertahankan disiplin fiskal, mempercepat realisasi belanja negara, hingga menyalurkan berbagai stimulus guna menopang daya beli masyarakat dan aktivitas dunia usaha.

“Kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid menjadi landasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027,” pungkas Menkeu.

(ell)

No more pages