Logo Bloomberg Technoz

Selama berbulan-bulan, Trump berganti-ganti antara ancaman meningkatkan serangan dan klaim bahwa kesepakatan damai sudah dekat tercapai.

Namun hingga kini tidak ada satu pun skenario tersebut yang terwujud, sementara Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dan komoditas global masih sebagian besar tertutup meski AS berupaya melonggarkan tekanan Iran atas jalur tersebut.

“Kami akan menyerang mereka, menyerang mereka dengan sangat keras,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu sebelum serangan terbaru diumumkan.

“Kami menghantam mereka keras kemarin, dan kami akan menghantam mereka keras lagi hari ini,” ujarnya.

Trump menolak menyebut target serangan AS. Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS menyerang infrastruktur sipil.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sedang mengunjungi markas US Central Command di Florida mengatakan sebelum serangan dimulai bahwa langkah tersebut dimaksudkan untuk mendorong Iran mencapai kesepakatan.

“Kami akan menghantam mereka keras malam ini, dan semoga Iran membuat keputusan yang baik,” kata Hegseth kepada wartawan.

Pada Rabu malam, Trump mengatakan militer AS telah membantu lebih dari 200 kapal komersial melintasi jalur perairan penting tersebut, sehingga lebih dari 100 juta barel minyak berhasil mencapai pasar.

Trump juga mengeklaim AS mengendalikan Selat Hormuz, “bukan Iran.”

Sebelum Trump berbicara, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pembicaraan masih terus berlangsung, tetapi menegaskan AS akan terus memberikan tekanan maksimum hingga tercapai kesepakatan.

Kantor berita semi-resmi Iranian Students’ News Agency melaporkan delegasi Qatar tiba di Teheran pada Rabu untuk membahas proses diplomatik guna mengakhiri perang.

(bbn)

No more pages