Handi menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan transformasi perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus menyiapkan sumber pertumbuhan baru di masa mendatang.
Sementara itu, sejumlah Rp2,16 triliun atau 30% dari laba bersih tahun buku 2025 ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, serta pelaksanaan berbagai proyek strategis perseroan ke depan.
Pemegang saham ANTM juga menyetujui perubahan susunan pengurus serta rencana perseroan menerima penugasan strategis dari pemerintah dalam rangka percepatan hilirisasi mineral dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
"Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST hari ini menunjukkan komitmen ANTAM untuk terus menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik sejalan dengan regulasi yang berlaku," imbuh Untung.
Sebagai informasi, di tahun 2025 lalu, ANTM membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba tahun berjalan mencapai Rp7,92 triliun, melonjak 106% dibandingkan capaian tahun 2024.
Manajemen menyebut, capaian tersebut mencerminkan ketangguhan perseroan dalam menghadapi dinamika pasar dan ketidakpastian kondisi makroekonomi global, sekaligus menjadi modal untuk menjalankan berbagai agenda pengembangan usaha dan proyek strategis ke depan.
(wep)































