Logo Bloomberg Technoz

Libatkan 4.483 Pekerja, WIKA Percepat Sekolah Rakyat di Jateng


(Dok. Wika)
(Dok. Wika)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA terus menggenjot pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.

Proyek yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Banyumas, Wonosobo, Brebes, dan Cilacap. Keempat proyek tersebut menjadi bagian dari agenda nasional untuk menghadirkan sarana pendidikan yang layak dan mudah diakses oleh masyarakat.

Pembangunan Sekolah Rakyat juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keempat yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan dan peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, WIKA tidak hanya berperan sebagai kontraktor pembangunan fisik. Perseroan juga berupaya memastikan proyek memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang representatif.

Corporate Secretary WIKA menegaskan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program strategis pemerintah melalui pembangunan infrastruktur sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“WIKA mendukung penuh upaya Kementerian PU dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak dan merata melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah. Dengan kesiapan tenaga kerja, material, alat, serta strategi percepatan di lapangan, WIKA berkomitmen untuk menjaga progres pekerjaan agar dapat selesai sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Corporate Secretary WIKA.

Perkembangan proyek hingga awal Juni 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan. Setiap lokasi pembangunan mencatat progres berbeda sesuai dengan kondisi lapangan dan tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung.

Kabupaten Banyumas menjadi lokasi dengan capaian tertinggi. Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan di wilayah tersebut telah mencapai 76,22 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap akhir.

Sementara itu, proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo mencatat progres sebesar 56,32 persen. Di Kabupaten Cilacap, pekerjaan telah mencapai 49,46 persen, sedangkan Kabupaten Brebes mencatat perkembangan sebesar 47,61 persen.

Strategi Percepatan di Empat Kabupaten

(Dok. Wika)

Untuk memastikan seluruh proyek dapat selesai tepat waktu, WIKA menerapkan berbagai strategi percepatan di setiap lokasi. Upaya tersebut mencakup penambahan tenaga kerja, optimalisasi penggunaan alat berat, percepatan pasokan material, hingga penyesuaian metode konstruksi.

Secara keseluruhan, pembangunan Sekolah Rakyat di empat kabupaten tersebut melibatkan sebanyak 4.483 tenaga kerja. Ribuan pekerja itu terlibat dalam berbagai tahapan pekerjaan konstruksi yang berlangsung secara bersamaan.

Saat ini, aktivitas pembangunan mencakup pekerjaan struktur bawah, struktur atas, pemasangan rangka atap baja, pemasangan penutup atap, pekerjaan arsitektur, hingga instalasi Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP).

Di Kabupaten Banyumas, WIKA melakukan percepatan dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja dari 1.200 orang menjadi 1.700 orang. Perseroan juga menambah jumlah mobile crane menjadi 14 unit untuk mendukung pekerjaan pemasangan struktur atap baja.

Selain itu, kebutuhan material di lokasi proyek Banyumas telah terpenuhi seluruhnya pada 7 Juni 2026. Penyelesaian pekerjaan jalan akses juga telah mencapai 100 persen sehingga mendukung kelancaran mobilisasi material dan alat berat ke area proyek.

Di Kabupaten Wonosobo, percepatan dilakukan melalui penambahan tenaga kerja dari 1.100 orang menjadi 1.200 orang. WIKA juga menambah berbagai peralatan konstruksi seperti excavator, hyab crane, dan concrete pump.

Perusahaan turut memperluas dukungan pasokan beton dengan menambah jumlah supplier batching plant dari dua menjadi empat pemasok. Tidak hanya itu, metode konstruksi pelat lantai dua juga diubah menjadi sistem pelat bondek guna mempercepat proses pengerjaan struktur.

Langkah percepatan serupa diterapkan di Kabupaten Brebes. WIKA menambah jumlah tenaga kerja khusus untuk pekerjaan erection baja menjadi 320 orang guna mendukung percepatan pemasangan struktur bangunan.

Perseroan juga menambah sejumlah alat berat seperti mobile crane, excavator, dozer, dan pompa. Di sisi material, pengiriman struktur baja sebanyak 2.250 ton dan material HCS seluas 13.183 meter persegi dipercepat untuk menjaga kelancaran pekerjaan.

Sementara itu, proyek di Kabupaten Cilacap mendapat dukungan tambahan tenaga kerja hingga mencapai 1.200 orang. WIKA juga memperkuat kapasitas peralatan dengan menambah tower crane, mobile crane, excavator, dan pompa.

Dalam aspek pasokan material, jumlah supplier batching plant ditingkatkan dari tiga menjadi enam pemasok. WIKA juga menerapkan sistem fabrikasi baja secara desentralisasi di enam lokasi berbeda untuk mempercepat distribusi dan ketersediaan material konstruksi.

Berbagai strategi tersebut diterapkan agar seluruh proyek dapat memenuhi target penyelesaian yang telah ditetapkan pemerintah. WIKA menargetkan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah rampung pada 20 Juni 2026.

Penyelesaian proyek ini diharapkan dapat segera menghadirkan fasilitas pendidikan baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran Sekolah Rakyat dinilai penting dalam memperluas kesempatan belajar bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih baik.

Melalui percepatan pembangunan tersebut, WIKA kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur sosial. Dukungan terhadap proyek Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan pendidikan nasional.

Ke depan, keberadaan Sekolah Rakyat di Banyumas, Wonosobo, Brebes, dan Cilacap diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat akses pendidikan yang inklusif dan merata di berbagai daerah. Dengan target penyelesaian yang semakin dekat, proyek ini menjadi salah satu inisiatif penting dalam mendukung agenda pembangunan pendidikan Indonesia.