Menurut dia, politik luar negeri melalui relasi langsung antarpemimpin negara sangat penting di tengah tingginya dinamika geopolitik. Pada saat ini, ujar dia, Indonesia tak akan pernah tahu secara tepat siapa negara yang bisa menjadi kawan atau sebaliknya.
Toh, kata Prabowo, relasi politik luar negeri yang dijalani saat ini sebenarnya hanya melanjutkan tongkat estafet positif yang dijalin pemerintahan sebelumnya. Selain itu, dia pun memastikan pertemuan dengan para pemimpin negara dari berbagai blok tak akan mengubah arah politik luar negeri Indonesia.
"Begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif," kata dia.
"Sekarang saya baik sama Presiden [Rusia Vladimir] Putin. Baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden [Amerika Serikat Donald] Trump."
(dov/frg)


























