Logo Bloomberg Technoz

Sebab, pekerjaan perawatan pada segmen tersebut telah direncanakan dan dijadwalkan jauh hari oleh pelanggan.

"Itu adalah heavy maintenance yang perawatannya sudah berjadwal dan jatuh temponya sudah diperkirakan oleh pelanggan satu atau dua tahun sebelumnya. Sehingga kontrak-kontrak yang kita dapatkan untuk airframe, komponen, dan engine maintenance tetap berjalan," ujar Andi.

Dalam hal tersebut, para pelanggan telah memesan slot perawatan sejak tahun sebelumnya. Karena itu, jadwal pekerjaan yang telah disepakati umumnya tetap dieksekusi pada tahun berjalan.

Sementara itu, untuk mengurangi dampak dari potensi perlambatan pada segmen line maintenance, GMFI akan memperkuat fokus pada bisnis heavy maintenance yang mencakup perawatan airframe, komponen, dan mesin pesawat.

Selain itu, perseroan juga melihat peluang pertumbuhan dari segmen government dan defense. Menurut manajemen, meningkatnya ketidakpastian geopolitik mendorong kebutuhan perawatan dan kesiapan armada di sektor pertahanan.

"Kita bisa atasi itu dengan fokus di segmen yang lain seperti base maintenance atau airframe, komponen, engine. Dan juga di segmen government dan defense MRO, karena dengan situasi geopolitik seperti ini, kebutuhan persiapan pesawat-pesawat di industri defense lebih meningkat," imbuh Andi.

Perihal kinerja, per 31 Desember 2025, GMFI membukukan pendapatan sebesar US$491,9 juta atau sekitar Rp8,25 triliun, tumbuh 16,8% secara tahunan.

Laba perusahaan juga meningkat dari US$26,9 juta pada 2024 menjadi US$3,9 juta atau Rp570 miliar pada 2025, angka ini tumbuh 26,3%. 

(cpa/naw)

No more pages