Di sisi lain, GMFI juga terus melakukan diversifikasi sumber pendapatan untuk memperkuat kinerja jangka panjang. Perseroan memperluas pasar tidak hanya pada aviasi komersial, tetapi juga segmen pertahanan serta industri non-aviasi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi menjelaskan, perseroan saat ini membagi bisnis ke dalam tiga kelompok utama, yakni aviasi komersial, aviasi pertahanan, dan industri non-aviasi seperti proyek untuk PLN, Pertamina, serta sektor perkeretaapian.
Untuk segmen pertahanan, GMFI menargetkan kontribusi minimal 10% terhadap total pendapatan tahun ini atau setara lebih dari US$50 juta. Kontribusi tersebut diharapkan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
"Target kita tahun ini 10% dari total revenue. Minimal 10%, jadi di atas US$50 juta. Ke depannya pada tahun 2030 kita targetkan segmen defence menyumbang 20% dari total revenue," kata Andi.
Menurut Andi, penguatan bisnis pertahanan menjadi salah satu strategi untuk menjaga pertumbuhan pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap siklus industri penerbangan komersial.
Perseroan juga melihat peluang dari meningkatnya kebutuhan modernisasi dan perawatan armada di sektor pertahanan.
(cpa/naw)


























