Logo Bloomberg Technoz

Masih Ada Peluang Kenaikan IHSG untuk Jangka Pendek

Cahya Puteri Abdi Rabbi
10 June 2026 08:10

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek setelah melonjak 7,57% ke level 5.746 pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Sentimen positif datang dari langkah tak terduga Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan serta rencana dukungan likuiditas melalui buyback saham BUMN.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan bahwa penguatan pasar terjadi meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp2,5 triliun di pasar reguler. Menurutnya, keputusan BI menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% berhasil mendorong apresiasi rupiah dan memperbaiki sentimen pasar.

"Selain itu, wacana dukungan likuiditas melalui dorongan buyback saham BUMN turut meningkatkan minat beli investor," ujar Reza dalam risetnya pada Rabu (10/6/2026).


Secara teknikal, Reza menilai IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan fase rebound setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dan masuk ke area oversold. Ia memperkirakan indeks memiliki level support di 5.630 dan resistance di 5.850.

"Posisi indeks yang sebelumnya berada pada kondisi oversold setelah koreksi tajam masih membuka ruang penguatan lanjutan, terutama apabila stabilisasi rupiah dan perbaikan sentimen domestik terus berlanjut," katanya.