Secara rinci, investasi fasilitas melonjak hingga 6,6% dan konsumsi swasta meningkat 0,6%. Angka ini direvisi naik dari estimasi awal seiring dengan menguatnya belanja masyarakat, baik untuk sektor barang maupun jasa. Sementara itu, investasi konstruksi terpantau tumbuh 1,4%, sedangkan belanja pemerintah justru mengalami penurunan sebesar 0,4%.
Dalam laporan terpisah, BOK juga merevisi naik estimasi pertumbuhan ekonomi mereka untuk tahun 2025. Bank sentral menyatakan bahwa PDB riil Korsel berekspansi sebesar 1,1% pada tahun lalu, naik dari estimasi sebelumnya yang berada di angka 1%.
Angka pertumbuhan yang lebih kokoh ini muncul di saat BOK mulai mengadopsi nada kebijakan yang lebih ketat di bawah kepemimpinan Gubernur yang baru, Shin Hyun Song. Para penentu kebijakan memang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada bulan lalu. Namun, dua anggota dewan menyuarakan perbedaan pendapat dan lebih memilih opsi kenaikan suku bunga. Selain itu, proyeksi diagram titik dari dewan gubernur mencakup potensi kenaikan suku bunga acuan hingga menyentuh 3,25% dalam enam bulan ke depan.
Gubernur Shin menyatakan bahwa indikator inflasi, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar mata uang, serta risiko finansial yang berkaitan dengan sektor perumahan kini semakin mengarah pada arah kebijakan yang sama. Menurutnya, keselarasan indikator ini berhasil meminimalkan dilema pilihan kebijakan (trade-offs) yang biasanya memperumit pengambilan keputusan moneter bank sentral.
(bbn)
































