Logo Bloomberg Technoz

“Jadi itu yang harus dimengerti oleh para investor juga semuanya bagus kok gak ada masalah bank sentral gak akan menurunkan suku bunga ke depan gara-gara kita resesi,” kata Purbaya.

Purbaya kembali meyakinkan bahwa saat ini fondasi perekonomian Indonesia masih bagus dan tidak  membutuhkan penurunan suku bunga. Ia meyakinkan perekonomian masih ekspansi bahkan ekspansinya mengalami akselerasi.

Sebagai informasi, Pekan ini Yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 1 tahun melonjak menembus 7% ke level 7,09% atau tertinggi sejak 2018 dan melampaui tenor 10 tahun di kisaran 6,69%, mencerminkan terjadinya inverted yield curve. 

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede mengatakan bahwa kondisi SUN yang mulai menunjukkan kurva imbal hasil terbalik perlu dibaca sebagai sinyal tekanan pasar jangka pendek yang serius.

“Dalam kondisi normal, imbal hasil tenor panjang biasanya lebih tinggi daripada tenor pendek karena investor meminta kompensasi waktu dan risiko yang lebih besar. Jika kurva menjadi terbalik, artinya pasar lebih khawatir terhadap risiko jangka pendek, terutama kebutuhan likuiditas, arah BI Rate, risiko arus modal keluar, dan kebutuhan pemerintah menerbitkan SBN di tengah pasar yang rapuh,” kata Josua.

Meski demikian, Josua menekankan bahwa berbeda dengan Amerika Serikat, kurva terbalik tidak bisa otomatis diartikan sebagai resesi di pasar Indonesia.

Meski demikian, Ia menggarisbawahi bahwa hal ini tetap menjadi sinyal bahwa pasar sedang meminta premi risiko lebih besar untuk tenor pendek dan lebih memilih instrumen yang sangat likuid.

(ell)

No more pages