Beberapa jenis pajak yang tumbuh pesat antara lain PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21, serta PPN dan PPnBM. PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 tumbuh 26% dengan realisasi senilai Rp123,1 triliun, sedangkan PPN dan PPnBM terealisasi Rp315,7 triliun atau tumbuh 41,3%.
Kemudian PPh badan tercatat tumbuh 23,9% dengan realisasi senilai Rp167,6 triliun. Sementara PPh final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 tumbuh sebesar 5,2% dengan realisasi senilai Rp138,7 triliun.
Sementara itu, penerimaan pajak lainnya terealisasi Rp89,3 triliun atau mengalami kontraksi sebesar 6%.
“Jadi ini semua menunjukkan ada perbaikan riil di ekonomi. Ketika ada kritik bahwa ekonomi di kertas saja tidak di riil masyarakat saya tidak tutup kuping saya periksa ke mana-mana data ini bener nggak. Kalau lihat di sini tumbuhnya cukup kenceng,” ucapnya.
Dengan perkembangan tersebut, Purbaya mengatakan pendapatan negara hingga akhir Mei 2026 sudah terkumpul Rp1.185 triliun atau 19,1% terhadap APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
(mfd/ell)



























