Logo Bloomberg Technoz

“Ini tampak lebih seperti cara meredefinisi PC AI daripada peluncuran laptop,” kata analis Bloomberg Intelligence, Steven Tseng. 

“Banyak PC dengan kemampuan AI yang saat ini tersedia di pasar masih sangat bergantung pada AI cloud, sehingga sulit dibedakan dari PC biasa dengan prosesor premium. RTX Spark mengangkat standar dengan berargumen bahwa PC AI sejati harus dapat menjalankan agen AI secara lokal.”

Nvidia Belum Habis

Chip RTX baru Nvidia usik segmen laptop dan PC Windows (Bloomberg)

Nvidia menjadi industri infrastruktur dengan valuasi setengah triliun dolar AS ini juga berencana untuk merombak ekosistem Windows, dan di ajang Computex, dimana perusahaan yang berhasil mengembangkan bisnis kartu grafis ini memamerkan daya tariknya. Microsoft, kreator sistem operasi Windows, sepenuhnya mendukung proyek baru ini, dan CEO Nvidia, Jensen Huang, telah berhasil mengajak semua produsen PC di dunia untuk ikut serta.

Lenovo Group Ltd., Dell Technologies Inc., dan banyak kolega dari Taiwan seperti Asustek Computer Inc. semuanya memamerkan perangkat RTX Spark di Taipei. Nvidia berencana untuk menghadirkan tiga versi dari setiap generasi — laptop, desktop, dan workstation — dan Jensen Huang menyampaikan visinya untuk menghadirkan superkomputer AI di setiap rumah.

“Microsoft dan Nvidia telah mengoptimalkan semuanya dengan cermat,” kata Huang dalam presentasi utama pada hari Senin. 

Langkah untuk memperluas jangkauan Nvidia di luar pusat data membantu memperkuat ekosistem pengembangnya, dan juga memberikan konsumen produk baru berlabel Nvidia untuk dibeli.

Baca Juga: Big Tech Serius Garap Pasar Chip AI, Nvidia Ditinggalkan Investor

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa versi awal komputer-komputer tersebut akan berada di segmen “premium” pasar, namun seiring waktu, mereka akan memperkenalkan versi yang lebih terjangkau yang memungkinkan perusahaan menjangkau segmen pasar lainnya.

Chip RTX baru Nvidia usik segmen laptop dan PC Windows (Bloomberg)

Dalam sebuah acara untuk para analis di Taiwan usai pengenalan RTX Spark, Jensen Huang mengatakan bahwa PC perlu mengalami perubahan mendasar dari perannya saat ini sebagai alat yang hanya menunggu untuk digunakan oleh pemiliknya.

Perangkat masa depan akan terus bekerja dan memilih untuk berkomunikasi dengan penggunanya sebagai asisten. Ia menyamakannya dengan robot setia Luke Skywalker di Star Wars. 

“Tidak ada satu pun komputer di dunia saat ini yang bisa melakukan itu. Katakan padaku itu bukan R2-D2. Katakan padaku itu tidak keren,” kata dia.

Analis dari Bloomberg Intelligence menilai bahwa Nvidia semakin agresif. Dengan masuk ke pasar baru Nvidia dipercaya tak lama lagi mampu meraih kemenangan dari perusahaan seperti AMD dan Intel.  Menurut Kunjan Sobhani dan Oscar Hernandez Tejada, Spark bakal diuntungkan dari minat yang semakin besar terhadap AI pribadi. 

“Adopsi di sektor korporasi mungkin akan sangat penting karena organisasi mencari pemrosesan AI lokal yang dikombinasikan dengan layanan berbasis cloud,” tulis keduanya.

“Apabila adopsi agen AI mendorong permintaan akan komputasi AI pribadi, Nvidia dapat membantu membentuk ulang pasar PC yang secara historis hanya mencatat pertumbuhan satu digit rendah.”

Baca Juga: Intel Memulai Produksi GPU, Pasar yang Didominasi Nvidia

CEO Qualcomm Inc., Cristiano Amon, ikut berpendapat bahwa alih-alih ekosistem digital yang berpusat pada smartphone, kita sedang bergerak menuju era perangkat yang lebih beragam di mana memberi ‘makan’ agen AI dengan informasi akan menjadi prioritas. Amon telah menyatakan tahun 2026 sebagai “tahun agen.” 

Tanggapan dari Intel, yang masih memproduksi prosesor untuk sebagian besar PC Windows, terdengar jauh lebih tidak revolusioner. Saat ini, setahun setelah menjabat sebagai CEO, Lip-Bu Tan menjamu sejumlah mitra dalam acara keynote Intel dan menekankan pengalaman serta reputasi perusahaan sebagai pelaku lama baik di bidang PC maupun dalam pekerjaan pusat data tradisional.

Dalam sesi diskusi hari Selasa, Tan mengatakan bahwa ia memiliki pandangan jangka panjang dan tidak memandang perusahaan lain di industri ini sebagai rival, serta menggambarkan Nvidia sebagai “teman baik.” Nvidia membeli saham US$5 miliar di Intel pada bulan September, dan Tan mengatakan “mereka adalah investor — kami sangat senang mereka bergabung.”

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai RTX Spark. Meskipun Nvidia dan MediaTek telah merinci beberapa elemen desain chip tersebut dan mengatakan bahwa mereka berharap dapat menghadirkan daya tahan baterai sepanjang hari, mereka menolak untuk memberikan perbandingan kinerja dengan perangkat yang sudah ada.

Baca Juga: Nvidia Semakin Jadi Penentu Masa Depan Industri Chip

Perusahaan ini harus menunjukkan keunggulan yang berarti dibandingkan Intel untuk membedakan dirinya dari pemain lama di Windows. “Terlepas dari potensi keuntungannya, pelaksanaan tetap menjadi risiko utama,” kata Tseng dari Bloomberg Intelligence.

(red)

No more pages