Logo Bloomberg Technoz

“Pelaku pasar juga mencermati potensi arah kebijakan suku bunga ke depan. Jika inflasi terus meningkat dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah berlanjut, ruang untuk kenaikan suku bunga acuan masih terbuka,” lanjut riset tersebut.

Di sisi lain, aktivitas manufaktur menunjukkan perbaikan. Indeks PMI manufaktur Indonesia naik ke level 50 pada Mei 2026 dari 49,1 pada April 2026. Angka tersebut menandakan kondisi sektor manufaktur kembali stabil setelah sebelumnya berada di zona kontraksi.

Perbaikan PMI didukung oleh peningkatan pesanan baru selama dua bulan berturut-turut. Namun, permintaan ekspor masih menghadapi tekanan akibat gangguan perdagangan yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Pasar juga menyoroti data perdagangan luar negeri. Surplus neraca perdagangan Indonesia menyusut tajam menjadi US$0,09 miliar pada April 2026 dari US$3,32 miliar pada Maret 2026. Capaian tersebut menjadi surplus terkecil sejak April 2020.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan bahwa penguatan IHSG disertai dengan munculnya volume tekanan jual meskipun tidak begitu besar, dengan pergerakan yang cenderung sideways.

“Kami memperkirakan, posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. Area penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji 6.362-6.484, dengan area koreksi terdekat berada di 5.899-6.080,” kata Herditya.

(lav)

No more pages