Sebelumnya pada hari Senin, Trump juga menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih terus berlangsung "dengan kecepatan penuh"—membantah pernyataan sepihak yang keluar dari Teheran.
Namun, Netanyahu tidak menggambarkan kesepakatan tersebut secara luas seperti Trump. Meskipun mengonfirmasi bahwa Israel tidak akan menyerang target di Beirut selama Hizbullah menghentikan serangannya, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer Israel di Lebanon selatan akan tetap berjalan.
"Saya berbicara malam ini dengan Presiden Trump dan menyampaikan kepadanya bahwa jika Hizbullah tidak berhenti menembaki kota-kota dan warga negara kami, Israel akan menyerang target teroris di Beirut," kata Netanyahu dalam unggahan di media sosial. "Posisi kami ini tetap tidak berubah. Pada saat yang sama, IDF (militer Israel) akan terus beroperasi sesuai rencana di Lebanon selatan."
Sementara itu, pihak Lebanon telah menerima konfirmasi bahwa Hizbullah menyetujui proposal AS tersebut. Kantor kepresidenan Lebanon menyatakan dalam sebuah unggahan bahwa rencana serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut akan dihentikan, dengan imbalan kelompok tersebut menghentikan serangannya.
Pihak kepresidenan Lebanon menambahkan bahwa gencatan senjata ini harus diperluas hingga mencakup seluruh wilayah Lebanon, di mana negosiasi lebih lanjut dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa dan Rabu.
Harga minyak mentah dunia sempat melonjak ke level tertinggi dalam sesi perdagangan, dengan jenis Brent merangkak naik di atas US$97 per barel setelah adanya laporan penghentian pembukaan komunikasi antara Iran dan AS. Harga kemudian sedikit turun setelah pernyataan dari Trump keluar, dengan minyak Brent menutup sesi perdagangan dengan kenaikan sekitar 4% di kisaran US$95 per barel.
Selama ini, Trump berulang kali mengeklaim bahwa negosiasi mengalami kemajuan dan mendekati kesepakatan, meskipun gencatan senjata yang dimulai sejak April lalu tetap berada dalam posisi rapuh. Sebaliknya, Iran membantah laporan pekan lalu yang menyebutkan bahwa kesepakatan sementara sudah dekat. Pada hari Senin, Iran menyatakan akan bertindak bersama kelompok proksinya, yang disebut "Poros Perlawanan", untuk melawan Israel jika pertempuran di Lebanon terus berlanjut.
Iran bersikeras bahwa setiap kesepakatan dengan Washington juga harus mencakup wilayah Lebanon, di mana Hizbullah yang didukung Teheran sedang terlibat dalam perang paralel dengan Israel. Israel sendiri memperdalam invasinya ke Lebanon sepanjang akhir pekan lalu, sementara Hizbullah meningkatkan serangan ke wilayah utara Israel.
Kantor berita semi-pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan pada hari Senin bahwa para negosiator akan menangguhkan "pertukaran dokumen" dengan AS melalui mediator. Laporan yang tidak menyebutkan sumber resmi dari institusi tertentu itu juga menyatakan bahwa Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG).
Para pelaku pasar khawatir akan terjadinya gangguan pasokan lebih lanjut, karena laporan tersebut menyebutkan bahwa Iran dan sekutunya juga sedang mempertimbangkan untuk menutup Selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut merupakan rute alternatif penting bagi distribusi minyak ke pasar global di saat Selat Hormuz sebagian besar telah diblokade.
Terkait laporan penangguhan pembicaraan oleh Iran, seorang reporter NBC menyatakan di media sosial bahwa Trump sebelumnya mengaku belum menerima informasi tersebut dari pihak Iran.
Washington dan Teheran sebenarnya telah saling bertukar draf kesepakatan. Dalam draf tersebut, kedua belah pihak kemungkinan akan memperpanjang gencatan senjata sekitar dua bulan, di mana Iran akan membuka kembali selat dan AS akan mencabut blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Saat ini, Trump berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mengakhiri perang yang telah mendorong lonjakan harga energi dan tidak populer di mata sebagian besar warga AS. Di sisi lain, ia juga harus menenangkan kelompok garis keras di dalam negeri yang menentang setiap langkah pencairan dana Iran yang dituntut oleh Teheran.
"Duduk saja dan rileks, semuanya akan berjalan baik pada akhirnya," tulis Trump pada Minggu malam dalam unggahan di media sosialnya.
Sementara itu, bentrokan kembali terjadi di Selat Hormuz. Militer AS menyerang situs radar serta pusat komando dan kendali Iran pada akhir pekan lalu. Pihak militer AS menyatakan tindakan tersebut merupakan respons "terukur" atas "tindakan agresif Iran".
Komando Sentral AS (CENTCOM) pada hari Senin juga mengumumkan bahwa pasukan AS berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang ditargetkan ke arah pasukan Amerika yang berbasis di Kuwait.
(bbn)






























