Logo Bloomberg Technoz

Efisiensi pada chip tersebut memungkinkan produsen PC menghadirkan perangkat yang sangat bertenaga namun tetap tipis dan ringan. Nvidia menambahkan bahwa generasi berikutnya dari teknologi ini akan menjangkau rentang harga yang lebih luas.

Di masa lalu, ekspansi lebih dalam ke pasar PC akan menjadi peluang bisnis besar bagi Nvidia. Namun saat ini, lini chip data center Nvidia sudah menghasilkan pendapatan yang jauh melampaui gabungan penjualan para pesaing terdekatnya. Pada kuartal terakhir, pendapatan Nvidia hampir setara dengan total pendapatan tahunan Intel dan Advanced Micro Devices Inc. (AMD) sepanjang tahun lalu.

Meski demikian, investor yang selama ini mendorong kenaikan saham Nvidia berkat ledakan AI kemungkinan akan menyambut baik kehadiran perusahaan yang semakin besar di perangkat yang langsung digunakan konsumen.

Meski pertumbuhan Nvidia melampaui perusahaan semikonduktor lainnya, kinerja sahamnya tahun ini masih tertinggal dibanding indeks Philadelphia Stock Exchange Semiconductor Index. Senin, Jensen Huang menyebut Spark sebagai awal dari perubahan besar di industri PC yang pada akhirnya bisa menyamai dampak kemunculan smartphone.

“Jumlah pelanggan dan mitra yang sangat antusias membawa RTX ke pasar sungguh luar biasa,” kata Huang di Taipei.

Jensen Huang, CEO Nvidia Corp., mempresentasikan Superchip RTX Spark di Computex 2026 di Taipei, Taiwan, Senin (1/6/2026). (Lam Yik Fei/Bloomberg)

RTX Superchip akan dibekali CPU dengan hingga 20 inti komputasi serta GPU generasi Blackwell yang memiliki 6.144 inti pemrosesan. Keduanya akan berbagi memori internal sehingga lebih mampu menangani model AI berukuran besar dan permainan kelas atas. Komunikasi antara CPU dan GPU menggunakan interface NVLink milik Nvidia, yang selama ini digunakan di pusat data, sehingga sebagian teknologi data center akan hadir di komputer pribadi. Desain chip tersebut akan diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) menggunakan teknologi manufaktur 3N.

Nvidia menegaskan bahwa perusahaan telah bekerja sama dengan Microsoft selama bertahun-tahun untuk menyiapkan perangkat baru tersebut dan memastikan dukungan perangkat lunak yang diperlukan agar teknologi Arm Holdings dapat benar-benar diterima di ekosistem Windows.

Microsoft dan Qualcomm sebenarnya telah mempromosikan PC berbasis Arm selama lebih dari setahun, namun dampaknya masih terbatas. Di luar lini Mac milik Apple Inc., sebagian besar PC masih menggunakan prosesor Intel atau AMD. Keunggulan Arm dibanding pesaingnya adalah efisiensi daya yang jauh lebih baik, meski selama ini tertinggal dalam kompatibilitas perangkat software.

Jensen Huang, CEO Nvidia Corp., saat di konferensi Nvidia GTC di sela-sela Computex 2026 di Taipei, Taiwan, Senin (1/6/2026). (Lam Yik Fei/Bloomberg)

Perangkat berbasis Nvidia ke depan akan lebih mampu menjalankan model AI dan fitur-fitur AI pada software populer. Sebagai contoh, Adobe Inc. sedang mengembangkan Photoshop agar lebih responsif terhadap perintah berbasis AI untuk menghasilkan gambar dan video.

Nvidia juga menyebut perangkat baru ini akan meningkatkan kemampuan bermain gim sehingga laptop dapat menjalankan judul-judul gim kelas atas dengan lebih baik.

Secara umum, PC berbasis Nvidia akan mampu menjalankan model AI besar secara aman, memberikan pengguna kontrol yang mudah terhadap data dan perangkat lunak yang dapat diakses.

Bagi Nvidia, perlindungan semacam itu akan mempercepat transformasi PC menjadi asisten pribadi yang tidak hanya merespons perintah pengguna, tetapi juga mampu membantu tugas-tugas yang lebih kompleks. Aktivitas seperti mencari informasi dalam email hingga mengidentifikasi dan memperbaiki bug pada sebuah situs web disebut akan menjadi jauh lebih mudah.

Jensen Huang, CEO Nvidia Corp., berbicara tentang laptop RTX Spark di Computex 2026 di Taipei, Taiwan, Senin (1/6/2026). (Lam Yik Fei/Bloomberg)

Perusahaan belum memberikan perbandingan performa dengan perangkat yang sudah ada maupun yang akan hadir dari kompetitor. Informasi tersebut akan diumumkan saat produk mulai dipasarkan. Nvidia juga menyatakan tidak memperkirakan kendala pasokan komponen di industri chip saat ini akan memengaruhi ketersediaan produk.

(red)

No more pages