Logo Bloomberg Technoz

"Insiden ini merupakan eksalasi yang serius dan tidak bertanggung jawab oleh Federasi Rusia," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rumania pada Jumat. "Rumania akan mengambil tindakan diplomatik yang diperlukan untuk merespons pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan wilayah udara ini."

Juru bicara NATO melalui unggahan di platform X menyatakan, "Kami mengecam tindakan tidak bertanggung jawab Rusia, dan NATO akan terus memperkuat pertahanan kami terhadap semua ancaman, termasuk drone." Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dilaporkan telah berkomunikasi dengan pemerintah Rumania terkait masalah ini.

Rumania dan negara-negara anggota NATO lainnya di sisi timur terus mengalami peningkatan kasus pelanggaran wilayah udara akibat konflik Rusia. Awal bulan ini, Estonia menembak jatuh sebuah drone Ukraina yang tersesat, sementara jajaran kepemimpinan Lituania sempat dipaksa mengungsi ke tempat perlindungan saat status siaga diaktifkan di Vilnius.

Pemerintahan Rumania secara berturut-turut terus menghadapi kritik atas respons mereka terhadap pelanggaran drone. Otoritas setempat selama ini menghindari tindakan menembak jatuh drone dengan alasan bahwa respons militer memerlukan penilaian yang cermat guna menghindari eksalasi yang tidak perlu serta risiko bagi penduduk sipil.

Namun, para kritikus, termasuk mantan Presiden Traian Basescu, menilai bahwa kegagalan mencegat drone yang tidak dikenal dapat menciptakan risiko keamanan dan merusak kepercayaan publik terhadap kemampuan negara dalam melindungi wilayah udaranya.

Perdebatan ini mencerminkan tantangan yang lebih luas bagi banyak negara dalam menyeimbangkan kepentingan pertahanan nasional dengan pertimbangan hukum, diplomatik, dan operasional saat merespons intrusi udara, di tengah langkah Rusia yang semakin agresif menguji perbatasan NATO.

Situasi ini juga mulai membawa dampak politik. Di Latvia, kontroversi mengenai respons yang dinilai tidak memadai terhadap masuknya drone Ukraina telah menyebabkan runtuhnya koalisi pemerintahan pada awal bulan ini.

Melihat celah tersebut, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen minggu ini menyerukan pembentukan sistem peringatan yang terpadu serta peningkatan koordinasi lintas batas, setelah serangkaian masuknya drone Ukraina ke wilayah udara Baltik menyingkap adanya celah dalam sistem pertahanan Eropa.

(bbn)

No more pages