Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, Rupiah melemah 0.29% ke level Rp17.795 per dolar AS, meskipun indeks Dolar AS juga melemah. 

Serangan terbaru AS di Iran selatan dengan menargetkan lokasi rudal Iran serta kapal-kapal yang diduga berupaya menempatkan ranjau, di tengah menguatnya harapan perdamaian, juga menjadi sentimen negatif.

Sementara itu, analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyebut pelemahan IHSG pada perdagangan sebelumnya masih didominasi oleh volume pembelian.

Adapun, posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. 

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area support-nya,” kata Herditya.

Di sisi lain, praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan pasar saham Indonesia berpotensi mengalami volatilitas tinggi pada hari ini.

Hal itu seiring aksi penyesuaian portofolio oleh fund manager pasif menjelang implementasi rebalancing indeks MSCI yang efektif pada 1 Juni 2026 mendatang.

Hans mengatakan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang lazim terjadi saat periode penyesuaian indeks global.

“Melihat pola pergerakan saham pasca pengumuman MSCI, kemungkinan sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio tanpa menunggu sampai tanggal terakhir 29 Mei 2026,” kata Hans dalam keterangannya.

Ia menyebut, tekanan tidak sepenuhnya terakumulasi di hari terakhir. Hal ini tercermin dari tidak adanya kepanikan berarti di pasar, meskipun sejumlah saham yang dikeluarkan dari indeks mengalami tekanan.

Hans menambahkan, potensi pelemahan masih dapat terjadi terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index.

Namun, ia menegaskan bahwa penghapusan tersebut lebih dipengaruhi faktor teknikal, seperti metodologi bobot dan likuiditas, bukan karena penurunan fundamental emiten.

(cpa/naw)

No more pages