Logo Bloomberg Technoz

Promotor: Harga Tiket Konser Tak Asal Naik Meski Rupiah Melemah

Dinda Decembria
26 May 2026 16:10

Deretan Konser Musik hingga Akhir Tahun 2024 (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Deretan Konser Musik hingga Akhir Tahun 2024 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ikut memberi tekanan pada industri hiburan, termasuk sektor konser musik di Indonesia. Namun, promotor memastikan kondisi tersebut tidak otomatis membuat harga tiket konser melonjak tanpa perhitungan matang.

Co-Founder & COO PK Entertainment Group, Harry Sudarma mengatakan pelemahan rupiah memang memberikan dampak terhadap bisnis konser. Meski begitu, pihaknya berusaha mencari strategi agar konser tetap berjalan tanpa terlalu membebani penonton.

“Pastinya impact-nya (dampaknya) ada, tapi balik lagi kita selalu melihatnya sebagai tantangan bagaimana kita kemudian menavigasi situasi ini supaya tetap bisa mendatangkan artis, tetap bisa menyelenggarakan konser, dan tidak membebani konsumen dengan beban yang sebenarnya tidak perlu,” kata Harry kepada wartawan, di Jakarta Selatan.


Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi promotor. Namun industri konser tetap harus bergerak agar ekosistem hiburan dan musik di Tanah Air terus berkembang.

Harry juga menjelaskan soal keluhan masyarakat terkait harga tiket konser yang dinilai semakin mahal dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan, penentuan harga tiket tidak sepenuhnya diputuskan oleh promotor di Indonesia.