Untuk diketahui, Blok East Natuna ditemukan tahun 1973 dan hingga saat ini masih belum dikembangkan dengan maksimal.
Dalam catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dibandingkan minyak, blok ini memiliki potensi yang besar pada gas, yakni mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF).
Namun demikian, kandungan CO2 di blok tersebut mencapai lebih dari 70%, sehingga yang bisa dieksploitasi kemungkinan hanya sekitar 46 TCF. Sedangkan minyak Blok East Natuna diperkirakan tidak terlalu besar, hanya mencapai 7.000-15.000 barel per hari.
(smr/ros)
No more pages






























