Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia mendapati katalis positif setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan– saat ini sudah ada proposal yang "cukup solid" terkait pembukaan kembali Selat Hormuz oleh pihak Iran, serta kesiapan untuk masuk ke dalam negosiasi yang nyata.

“Dan harapannya, kita bisa mewujudkan hal tersebut. Langkah ini mendapat banyak dukungan di kawasan Teluk dan juga secara global. Setiap negara yang telah kami ajak berdiskusi memahami bahwa proposal ini tidak hanya sangat masuk akal, tetapi juga merupakan hal yang benar untuk dilakukan demi dunia,” papar Menteri Luar Negeri AS yang dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Presiden AS Donald Trump turut menyatakan kesepakatan damai dengan Iran hampir selesai dan pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis akan segera diumumkan.

“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya,” tulis Trump pada Sabtu melalui unggahan di media sosial pribadinya.

Terlebih para pejabat Iran mengatakan pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri konflik terus mengalami kemajuan, dan sejumlah poin perselisihan utama dapat diselesaikan kemudian.

Berbagai sinyal positif tersebut turut menyeret pelemahan harga minyak mentah di pasar global, berdasarkan data Bloomberg per pukul 13:20 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tengah diperdagangkan di level US$91,23 per barel setelah turun lebih dari 7% pada sesi sebelumnya, sementara jenis Brent juga turun tajam 6,47% hingga berada di posisi US$98,25.

Harga Minyak Brent Turun 6% point-to-point (Bloomberg)

Euforia pasar terus tersiar setelah pada Senin muncul tanda–tanda kapal mulai kembali melintasi selat tersebut setelah sebuah supertanker yang mengangkut minyak mentah Irak ke China melintasi garis blokade AS menuju Laut Arab.

Sebanyak 33 kapal, termasuk tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial lainnya, melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam setelah memperoleh izin dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), lapor kantor berita semi–resmi Iranian Students’ News Agency pada Minggu, mengutip pernyataan IRGC.

Trump juga menambahkan, “Hubungan kami dengan Iran kini menjadi jauh lebih profesional dan produktif.”

(fad)

No more pages