Bloomberg News memberitakan bahwa kesepakatan tinggal berada di soal pemilihan bahasa. Hanya butuh waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa akan ada kabar baik seputar Selat Hormuz dalam beberapa jam ke depan,
“Hubungan kami dengan Iran menjadi lebih produktif dan profesional. Mereka menyadari bahwa tidak bisa mengembangkan atau membeli senjata nuklir maupun bom,” cuit Presiden AS Donald Trump di media sosial, akhir pekan lalu.
Asa perdamaian di Timur Tengah membuat harga minyak melemah. Pada pukul 07:28 WIB, harga minyak jenis brent anjlok 4,71% ke US$ 98,66/barel. Ini menjadi kali pertama harga minyak berada di bawah level US$ 100/barel sejak 20 April lalu.
Jika harga energi bisa lebih terkendali, maka dunia akan terhindar dari ancaman inflasi tinggi. Dengan demikian, bank sentral di berbagai negara bisa punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa lebih menguntungkan saat suku bunga bisa turun.
(aji)






























